بسم الله الرحمن الر حيم
إن
الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات
أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا
الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران
– الآية: 102
OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURIMENGHAYATI HARI RAYA KORBAN dan KEPEDULIAN SOSIAL
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Illahirabbi, karena pada hari
ini kita masih diberi nikmat hidup, nimat merdeka, dan nikmat iman, insya
Allah. Kita diberi nikmat hidup, karena nyata-nyata saat ini kita masih
dikarunia usia, masih bisa bernafas. Kita juga diberi nikmat kemerdekaan,
karena kita masih bisa menentukan apa yang akan kita lakukan, mau mengaji,
atau mau main-main saja, belajar atau tidur saja, melakukan kebaikan atau
sebaliknya. Dan terakhir kita masih juga dikarunia nikmat yang paling tinggi
tingkatannya, yaitu nikmat iman. Dengan keimanan ini kita mampu meninggalkan
hal yang lain, karena ada yang lebih penting yaitu mengingat Allah. Kita belajar bersama berkong si ilmu Alah ini saat ini kita bukan sekedar berkumpul bergosip ria, tapi mari
kita niatkan bahwa kita sedang menambah ilmu pengetahuan, saling mengingatkan
supaya kita tetap terkendali dalam lingkungan yang penuh dengan cobaan.
Insya Allah semua ini akan diridhai oleh Allah SWT. Mudah-mudahan bagi
yang tidak sempat baca pada penulisan ana hari ini, insha Allah akan ada kesempata di Hari yang Lain Insha Allah mereka dapat mendapat
pahala yang lebih besar di tempat lain.
Marilah kita perbaharui dan tingkatkan sikap dan keyakinan kita, bahwa
tiada tuhan yang patut kita sembah selain Allah SWT. BagiNya tak ada sekutu
dan tak ada satupun yang menyamaiNya.
Kita pun meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah SWT, nabi terakhir
dan pemimpin para nabi. Salawat serta salam kita haturkan bagi junjungan
kita, dan mudah-mudahan beliau tetap menjadi sumber suri teladan bagi kita.
Semoga pula ampunan, rahmat serta magfirah selalu menyertai dan tercurah
bagi umatnya hingga akhir jaman.
Beberapa hari lagi, kita Insha Allah akan bersama-sama menunaikan shalat dan ibadah di
hari raya IDUL ADHA disebut juga sebagai Hari Raya Korban ataupun Hari
Raya Haji. Pada hari itu dan juga tiga hari kemudian, banyak ummat Islam
yang mampu, menyembelih korban untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin.
Juga, tak sedikit ummat Islam yang telah mencukupi syarat, menunaikan Ibadah
Haji ke Baitullah. Suatu ibadah yang teah dirintis oleh Nabi Ibrahim beserta
putranya nabi Ismail. Kita masing/masing tahu bagaimana kisah nabi Ibrahim,
meninggalkan istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail yang masih bayi di
suatu lembah tandus jauh dari mana-mana. Bagimana kisah Siti Hajar mencari
air untuk menghilangkan dahaga dirinya dan anaknya, sampai kemudian terpancar
sumber mata air zam-zam. Bagaimana kemudian nabi Ibrahim saat kembali menengok
Siti Hajar dan anaknya Ismail, kemudian diuji untuk menyembelih anaknya,
atas perintah Allah SWT. Dan perjuangan nabi Ibrahim saat hendak menyembelih
Ismail. Sejarah itulah yang kemudian kita coba hayati dengan melakukan
kurban dan ibadah haji. Ibadah Haji inilah yang diwajibkan kepada mereka
yang mampu untuk mengerjakannya sekali seumur hidup, Allah s.w.t.berfirman
dalam Quran yang artinya :
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka
akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus
yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai
manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang
telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa
binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi)
berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.."(Qur'an.
S.al-Hajj:27-28)
Ada hal penting dalam kegiatan Kurban ini. Betapa kita diperintahkan
untuk selalu memperhatikan fakir miskin, dan semangat berkurban. Apabila
sifat suka berkorban ini meresap ke jiwa seluruh ummat Islam Isya-Allah
akan terwujud ketenangan dan kedamainan dalam masyarakat dan akan dekatlah
jurang yang memisahkan antara yang kaya dengan yang miskin, antara yang
kuat dengan yang lemah, antara penguasa dengan rakyat biasa.
Mereka yang mampu dapat memberikan sebagian hartanya untuk membantu
mereka yang berada dalam kesusahan, seperti yang biasa dialami oleh fakir
miskin, yatim piatu, ataupun yang memerlukan pertolongan. Tapi harus pula
dibarengi oleh mereka yang menerima bantuan untuk mensyukurinya dan berusaha
dengan sekuat tenaga tidak hanya bergantung kepada pemberian orang. Bukanlah
Rasullah s.a.w.telah mengingatkan bahwa: "Tangan diatas lebih baik daripada
tangan dibawah".
Bagaimanakah hakekat kedudukan kaum lemah, yaitu fakir miskin ataupun
kaum pinggiran ataupun yang dimata kita seringkai kita anggap hina, yang
seringkali kita hanya melihatnya dari segi lahiriah, materialistis ?. Marilah
kita terbang lima belas abad kebelakang, ke suatu masa dijaman Rasulullah
saw.
Di suatu tempat terlihat Rasulullah saw berkumpul bersama para sahabatnya
yang kebanyakan orang miskin. Sekedar menyebut beberapa nama sahabat yang
hampir semuanya bekas budak, yaitu Salman al-Farisi, Ammar bin Yasir, Bilal,
Suhayb, Khabab bin Al-Arat. Pakaian mereka lusuh, berupa jubah bulu yang
kasar. Tetapi mereka adalah sahabat senior Nabi, para perintis perjuangan
Islam.
Kemudian serombongan bangsawan yang baru masuk islam datang ke majelis
Nabi. Ketika melihat orang-orang di sekitar Nabi, mereka mencibir dan menunjukkan
kebenciannya. Mereka berkata kepada Nabi, "Kami mengusulkan kepada Anda
agar Anda menyediakan majelis khusus bagi kami. Orang-orang Arab akan mengenal
kemuliaan kita. Para utusan dari berbagai kabilah arab akan datang menemuimu.
Kami malu kalau mereka melihat kami duduk dengan budak-budak ini. Apabila
kami datang menemui Anda, jauhkanlah mereka dari kami. Apabila urusan kami
sudah selesai, bolehlah anda duduk bersama mereka sesuka Anda." Uyainah
bin Hishn menegaskan lagi, "Bau Salman al-Farisi mengangguku (Ia menyindir
bau jubah bulu yang dipakai sahabat nabi yang miskin). Buatlah majelis
khusus bagi kami sehingga kami tidak berkumpul bersama mereka. Buat juga
majelis bagi mereka sehingga mereka tidak berkumpul bersama kami."
Tiba-tiba turunlah malaikat jibril menyampaikan surat al-An'am [6] ayat
52:
"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim."
"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim."
Nabi saw segera menyuruh kaum fukara duduk lebih dekat lagi sehingga
lutut-lutut mereka merapat dengan lutut Rasulullah saw. "Salam 'Alaikum,"
kata Nabi dengan keras, seakan-akan memberikan jawaban kepada usul para
pembesar Quraisy.
Setelah itu, turun lagi surat al-Kahfi [18] ayat 28:
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
Sejak itu, apabila kaum fukara ini berkumpul bersama Nabi, beliau tidak
meninggalkan tempat sebelum orang-orang miskin itu pergi. Apabila beliau
masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok mereka. Seringkali
beliau berkata, "Alhamdulillah, terpuji Allah yang menjadikan di antara
umatku kelompok yang aku diperintahkan bersabar bersama mereka. Bersama
kalianlah hidup dan matiku. Gembirakanlah kaum fukara muslim dengan cahaya
paripurna pada hari kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang-orang
kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. Mereka bersenang-senang di
surga sementara orang-orang kaya tengah diperiksa amalnya."
Dalam kesempatan lain Nabi bertemu dengan seorang sahabat, Sa'ad al-Anshari
yang memperlihatkan tangannya yang melepuh karena kerja keras. Nabi bertanya,
"mengapa tanganmu hitam, kasar dan melepuh?" Sa'ad menjawab, "tangan ini
kupergunakan untuk mencari nafkah bagi keluargaku." Nabi yang mulia berkata,
"ini tangan yang dicintai Allah," seraya mencium tangan yang hitam, kasar
dan melepuh itu. Bayangkanlah, Nabi yang tangannya selalu berebut untuk
dicium oleh para sahabat, kini mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh.
Di atas kita telah mengutip beberapa kisah dalam hidup Nabi. Bukankah
sebagai ummatnya kita telah berikrar untuk menjadikan segala perilaku beliau
sebagai contoh teladan (uswatun hasanah). Untuk menguatkan bahwa Islam
sangat menonjolkan kepedulian sosial, mari kita buka Al-Qur'an. (Bukankah
Al-Qur'an adalah rujukan kita yang pertama dalam hidup ini.)
1. Surat al-Balad [90] ayat 10 -18
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu)melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi MAKAN pada hari kelaparan (kepada) anak YATIM yang ada hubungan kerabat, atau orang MISKIN yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu)adalah golongan kanan"
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu)melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi MAKAN pada hari kelaparan (kepada) anak YATIM yang ada hubungan kerabat, atau orang MISKIN yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu)adalah golongan kanan"
Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa ada dua jalan yang bisa kita pakai
dalam memanfaatkan harta kita. Al-Qur'an menyarankan kita untuk mengambil
jalan yang sukar dan mendaki, yaitu memerdekakan budak atau memberi makan
pada anak yatim atau orang miskin. Allah tidak menjelaskan tentang jalan
yang mudah, melainkan memberi contoh jalan yang sukar.
Mengapa disebut jalan yang sukar? karena kebanyakan manusia enggan atau
merasa berat atau merasa sukar untuk melakukannya. Bila kita mampu mengalahkan
rasa berat dan rasa sukar pada diri kita dalam beramal, maka Allah menjanjikan
kita termasuk golongan yang kanan; ahli surga.
2. Surat al-Ma'arij [70] ayat 19-25
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi KIKIR, Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila iamendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan SHALAT, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam HARTAnya tersedia bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)"
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi KIKIR, Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila iamendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan SHALAT, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam HARTAnya tersedia bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)"
Secara tegas Allah menyebutkan bahwa keluh kesah dan kikir itu telah
menjadi sifat bawaan manusia sejak ia diciptakan. Allah melukiskan sifat
manusia dengan sangat baik. Seringkali kita berperilaku demikian. Saat
kita tidak memiliki harta kita sering berkeluh kesah, sebaliknya, kalau
memiliki banyak harta kita cenderung untuk kikir. Lalu bagaimana caranya
agar sifat bawaan (keluh kesah & kikir) kita tersebut tidak menjelma
atau dapat kita padamkan. Allah menyebutkan, paling tidak, dua jalan. Pertama,
mengerjakan sembahyang secara kontinu. Kedua, menyadari bahwa dalam harta
yang kita miliki terkandung bagian tertentu untuk fakir miskin. Dua resep
ini insya Allah akan mampu memadamkan sifat keluh kesah dan sifat kikir
yang kita miliki.
3. Surat al-Qalam [68] ayat 17-33
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekkah)sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya dipagi hari, dan mereka tidak mengucapkan : insya Allah
Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil memanggil di pagi hari
"Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya."
Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. "Pada hari ini janganlah ada seorang MISKIN pun masuk ke dalam kebunmu." Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (meonolongnya),
Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)"
Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka:"Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?"
Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela-mencela Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita"
Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui"
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekkah)sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya dipagi hari, dan mereka tidak mengucapkan : insya Allah
Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil memanggil di pagi hari
"Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya."
Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. "Pada hari ini janganlah ada seorang MISKIN pun masuk ke dalam kebunmu." Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (meonolongnya),
Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)"
Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka:"Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?"
Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela-mencela Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita"
Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui"
Sekelompok ayat di atas menceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi
sebelum masa Rasulullah. Kisah pemilik kebun di atas melukiskan dengan
sangat baik betapa harta manusia itu tak ada artinya dibanding kekuasaan
Allah. Kebun yang sudah sekian lama diurus dan tinggal sekejap mata saja
untuk dipetik hasilnya menjadi musnah terbakar. Apa kesalahan pemilik kebun
tersebut sehingga mendapat azab sedemikian rupa?
Pertama, mereka lupa bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Ini dilukiskan
dalam ayat di atas ketika mereka tidak menyebut insya Allah; mereka merasa
pasti akan meraih hasil yang luar biasa. Mereka lupa bahwa sedetik kedepan
kita tak tahu apa yang terjadi dengan hidup kita. Kita tak tahu "skenario"
Allah terhadap diri kita.
Kedua, mereka bersifat kikir. Mereka sudah bersiap-siap agar orang miskin
tak bisa masuk ke kebun mereka saat panen tiba. Allah murka pada mereka.
Allah turunkan azab-Nya pada mereka. Di akhir ayat Allah mengingatkan bahwa
azab yang Allah timpakan pada pemilik kebun hanyalah azab dunia; sedangkan
azab akherat jauh lebih besar lagi!
Kalau Allah mampu memusnahkan dengan amat mudah kebun yang siap dipanen,
jangan-jangan Allah pun akan memusnahkan sumber penghasilan kita, bila
kita berlaku kikir! Na'udzu billah...
Sekarang bukalah cermin di hati kita. Tariklah nafas sejenak untuk berkaca
ke dalam cermin itu. Apakah kita seperti pembesar Quraisy yang terganggu
dengan bau tubuh orang miskin. Apabila tamu datang, kota kita bersihkan
dan mereka, kaum fukara, dipinggirkan. Kota baru gemerlap bila mereka disingkirkan.
Pemandangan baru indah bila rumah-rumah kumuh digusur. Kadang, betapa perilaku
kita lebih menyerupai pembesar quraisy daripada perilaku Nabi Yang Mulia.
Bukalah cermin hati kita lagi. Turunlah kita ke bawah. Tengoklah jutaan
tangan yang hitam dan melepuh menunggu uluran kasih sayang kita. Setelah
Nabi, adakah di antara kita yang mau mencium tangan orang miskin? Bukankah
dengan status yang kita miliki, gelar akademik yang kita raih, kesejahteraan
yang kita nikmati, kita merasa jauh lebih pantas bila orang miskin mencium
tangan kita. Kalau hati terasa berat, andaikata kultur tak mengizinkan
kita berbuat hal itu, manakala ego terasa meningkat, bukankah paling tidak
kita ganti rasa hormat yang seharusnya kita berikan dengan kasih sayang
pada mereka. Bila Nabi mau mencium tangan mereka, maukah kita untuk paling
tidak menyisihkan sebagian rezeki yang kita peroleh sebagai rasa sayang
kita pada mereka.
Bukalah cermin hati kita sekali lagi. Apakah kita merasa sukar untuk
beramal pada orang miskin dan anak yatim? Hanya cermin hati yang teramat
dalam yang mampu menjawabnya dengan jujur.
Sekali lagi, bukalah cermin hati kita. Tahanlah nafas kita untuk sejenak.
Tidakkah kita rasakan bagaimana Allah menyinggung perilaku buruk kita dalam
ayat-ayat-Nya yang suci. Subhanallah....
Cermin hati kita mengatakan bahwa agar tidak tertimpa azab Allah di
dunia, manakala kita memiliki kelebihan rezeki maka janganlah sungkan untuk
memberi sebagian pada orang miskin. Cermin hati telah berkata, mampukah
kita melaksanakan kata-hati kita ?
Setelah kita merenungi bagaimana hakekat berkurban, yang ternyata tidak
selalu harus dengan materi,tapi kita juga dituntut untuk bersikap baik
dan menyantuni fakir miskin, kaum lemah dan orang yang membutuhkan pertolongan.
Mudah-mudahan dengan semangat berkurban ini kita dapat mengambil hikmah
dan mendapatkan salah satu jalan mencapai KeridhaanNya.
Marilah kita akhiri nasihat ini dengan menundukkan jiwa dan raga kita
dihadapan Allah yang maha besar, Allah yang maha terpuji, Allah yang maha
mendengar, Allah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Mudah-mudahan
doa kita dikabulkanNya, dan dijadikanNya kita menjadi orang-orang yang
senatiasa bersyukur, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi
segala laranganNya.
Kita berdo'a kepada Allah s.w.t. semoga diampuninya segala dosa dan
kesalahan kita di masa yang lalu. Kita mohon kepada Allah s.w.t. semoga
diterimanya segala amal ibadah kita dan akhirnya kita akan memperoleh Husnul
Khatimah, akhir yang baik dan dapatlah kehidupan kita diberkati dan diberikan
ketenangan dan diselamatkan dari segala malapetaka.
Kita berdoa kepada Allah yang maha kaya maha pemurah, maha dan maha
dari segala yang kita anggap paling. Mudah-mudahan Allah senantiasa selalu
meringankan hati kita, langkah kita dan tekad kita untuk selalu mengangkat
derajat kaum yang lemah, menyantuni kaum papa, dan menolong kaum tak mampu.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau
tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah
kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. 7:23)
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau sesuatu yang
aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun
kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan
termasuk orang-orang yang merugi". (QS. 11:47)
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami
dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (QS. 7:126)
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam
rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara para penyayang".
(QS. 7:151)
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku…..
(QS. 20:25-29)
"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan
kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan
rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". (QS. 10:85-86)
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua
telah mendidik aku waktu kecil". (QS. 17:24)
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah
beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian
dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Tuhan kami, sesungguhnya
Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang". (QS. 59:10)
"Aku berlindung kepada Tuhan manusia". Raja manusia. Sembahan manusia,
dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia (QS. 114:1-6)
Sejarah Hari Raya Idul Adha
Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini
jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta
hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam. Berikut ini akan saya jelaskan
sejarah singkat dari pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.
Nabi Ibrahim as, melaksanakan perintah ilahi itu dengan tulus, namun
Allah berkehendak lain. Perintah ilahi berikutnya datang dan Ibrahim
diperintah untuk melepaskan Ismail dan menyembelih seeokor binatang
kurban yang telah dipersiapkan oleh Allah sebagai gantinya. Pada hari itu diperingati peristiwa kurban
Peristiwa yang terjadi di masa lalu itu adalah kisah penuh pelajaran. Kisah kepasrahan mutlak dan ketundukan penuh kepada kehendak Allah. Karena itu kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam syariat yang diturunkan-Nya berupa berbagai manasik haji. Dalam syariat Islam tanggal 10 Dzulhijjah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha yang berarti hari raya kurban.
Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan
shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul
Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk
memperingati perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba
sebagai pengganti putranya.
Hari Raya Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.
Pada hari ini, jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji bergerak menuju
Mina setelah melakukan wukuf di padang Arafah dan mabit di Muzdalifah.
Di Mina, mereka melakasanakan lempar Jumrah Aqabah lalu menyembelih
binatang kurban. Semua itu dilakukan mengikuti jejak Nabi Ibrahim as
yang menyembelih binatang kurban setelah beliau berhasil melewati ujian
terberat dengan perintah Allah untuk menyembelih anaknya yang tercinta,
Ismailas.
PENGERTIAN
& HUKUM IBADAH QURBAN
Qurban atau Udhiah bermaksud menyembelih haiwan yang tertentu jenisnya daripada ternakan yang dikategorikan sebagai al-an'am iaitu unta, lembu (termasuk kerbau), biri-biri dan kambing pada Hari Nahr atau Hari Raya Haji (10 Zulhijjah) dan pada hari-hari Tasyrik (11,12 dan 13 Zulhijjah) kerana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah.
HUKUM MELAKUKAN IBADAH QURBAN
Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil
- Imam Syafie berpendapat hukum melakukan ibadah qurban ini adalah sunat Muakkadah iaitu sunah yang amat digalakkan atau dituntut ke atas setiap individu Muslim yang merdeka, berakal, baligh lagi rasyid serta berkemampuan melakukannya sama ada sedang mengerjakan haji ataupun tidak sekurang-kurangnya sekali seumur hidup.
- Makruh meninggalkan ibadah ini bagi orang yang mampu melakukannya.
- Hukum qurban ini menjadikan wajib jika seseorang itu telah bernazar untuk melakukannnya atau telah membuat penentuan (at-ta'yin) untuk melaksanakannya seperti seseorang berkata "lembu ini aku jadikan qurban". Jika tidak dilakukan dalam keadaan ini maka hukumnya adalah haram. Daging qurban wajib (nazar) tidak dibenarkan untuk dimakan oleh yang empunya qurban dan tanggungannya.







Di sini saya ingin menghuraikan berkenaan perkara-perkara yang disebut oleh Nostradamus berdasarkan hadis, sekaligus membuktikan terdapat “mala-fide” Yahudi dalam konspirasi mengelirukan umat Islam. 1. Akan muncul A New World Religion.Kemunculan satu kuasa baru dunia berteraskan agama telah disebut secara nyata oleh Rasulullah SAW di dalam beberapa hadis. Di antaranya:Sabda Rasulullah SAW:”Sesungguhnya Allah akan membangkitkan bagi umat ini (Islam) pada awal setiap seratus tahun seorang mujaddid yang bakal membaharu (menghidupkan) urusan agamanya.” (Riwayat Abu Daud, Al Hakim, Al Baihaqi, Al Iraqi, Ibnu Hajar Al Asqalani) Imam As Sayuti berkata: Para penghafal hadis sepakat mengatakan hadis ini sahih)Kita kini berada di awal kurun Hijrah ke-15, iaitu 1420 Hijrah. Mengikut tafsiran ulama, yang dikatakan awal kurun itu ialah 1/4 yang pertama. Ertinya kita kini berada di awal kurun. Sebagaimana janji Allah melalui lidah Rasulullah SAW ini, pastilah akan lahir seorang pemimpin yang akan menghidupkan syiar serta perjuangan Islam di zaman ini.Berbetulan pula kini kita melangkah ke alaf ke-3 Masehi dan berada di awal tahun 2000.Dalam sebuah hadis yang lain, bersabda Rasulullah SAW: “Telah berlaku zaman kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah zaman kekhalifahan (Khulafa’-ur-Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki.Kemudian Allah mengangkatnya lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (zaman fitnah). Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (zaman pemerintahan diktator) dan kemudian berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (zaman Al Mahdi dan Isa a.s) yang berjalan di atas cara hidup zaman kenabian. Kemudian baginda diam.” (Riwayat Ahmad)Secara umum apabila kita meneliti sejarah, zaman kenabian, zaman Khulafa’-ur-Rasyidin, zaman fitnah (pemerintah telah rosak sedang rakyat masih baik), zaman diktator (penjajahan Yahudi dan Nasrani) dan kini adalah giliran zaman seperti zaman kenabian itu berulang semula. Inilah yang dimaksudkan sebagai A New World Religion oleh Nostradamus. 2. Dipimpin oleh seorang yang dikenali dengan panggilan The Man from The East. Kebangkitan yang dimaksudkan itu akan dipimpin oleh seorang pemimpin dari Timur sebagai pencetusnya. Di dalam beberapa hadis disebutkan berkenaan pemimpin dari Timur itu:1.Daripada Ibnu Umar, bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali; baginda berkata: “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani)2. Dari Tsauban r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah Timur, seolah-olah hati mereka (pendukung-pendukung) umpama kepingan-kepingan besi (jiwa berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbai’ahlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salji. (Dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Naim) 3. Dia muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga buah laut. Negara Timur tempat perjuangan pemimpin tersebut terletak di pertemuan tiga buah laut. Siapa sahaja yang merasakan kedudukan mereka terancam akan membuat kajian dan menyusun strategi untuk menyelamatkan diri. Sementelahan pula Yahudi dan Nasrani yang telah tahu tentang kebangkitan Islam di akhir zaman.Memang Timur itu tidak ditentukan di manakah negaranya melalui hadis. Ini adalah kajian pihak musuh, akhirnya mereka berpendapat negara tersebut terletak dalam lingkungan tiga buah laut di sebelah Timur. Mereka mencari negeri yang ada sifat demikian dan di negeri-negeri berkenaan, mereka menjalankan ‘kerja-kerja kotor’ iaitu cuba memadamkan kalimah Ilahi dengan pelbagai cara.Dengan berbuat demikian, mereka berharap dapat menghalang kebangkitan Islam buat kali kedua dari kawasan yang telah disebutkan itu. Sebab itulah wilayah-wilayah di Indonesia sejak dahulu lagi menjadi sasaran utama mereka kerana mereka yakin dari sanalah akan bangkitnya “The Man from The East” itu.Selain itu, mereka turut membina pangkalan (pusat operasi) di sebelah sini iaitu di Filipina dan Singapura. Filipina adalah pusat operasi bagi kaum Nasrani manakala Singapura pula adalah pusat operasi bagi Zionis Yahudi. Dari kedua-dua tempat itulah mereka memantau seluruh Asia Tenggara ini, terutamanya Indonesia kerana dipercayai oleh mereka Pemuda Bani Tamim itu berasal dan berkembang di Indonesia.Itulah bukti kukuh kepercayaan para pendeta Yahudi dan Nasrani terhadap kemunculan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi itu serta kawasan di mana mereka berdua akan dibangkitkan.Namun, atas sebab-sebab permusuhan yang sangat kuat, setiap pergerakan mereka ini dibuat atas nama perniagaan, hubungan politik, ekonomi, pertahanan, ketenteraan dan sebagainya sehingga tidak kelihatan niat sebenar mereka ke atas umat Islam di kawasan ini. Di samping itu, mereka juga sangat kuat menyimpan niat sebenar mereka sehingga tidak pernah dapat diketahui oleh mana-mana umat Islam di kawasan ini sejak dahulu hingga ke hari ini.Perkara-perkara ini hanya dapat diketahui melalui pendedahan oleh para sarjana dan cendekiawan mereka sendiri melalui penerbitan-penerbitan mereka sendiri sahaja. Begitu bijaknya mereka beroperasi.Boleh jadi juga negara tersebut ialah Tanah Melayu yang telah menjadi Malaysia kini. Pada peringkaat awal, pihak musuh lebih beranggapan Indonesialah tempat yang dimaksudkan. maka mereka berjuang silih berganti menjajah Indonesia, menyebarkan ajaran Kristian dan cara hidup Yahudi di sana. Mereka terlupa dalam keghairahan itu, sebuah negara yang juga terletak di antara tiga laut, Laut China Selatan, Laut Sulu dan Lautan Hindi. Indonesia adalah kepulauan, oleh itu ia sudah tentu dikelilingi oleh laut, sedangkan Malaysia (khususnya semenanjung) hanya di lingkungi tiga penjuru. Di Utaranya tiada laut (tanah besar Thailand).Umat Islam tidak boleh memandang remeh tentang perkara ini. Kajian pihak musuh bukan kajian yang main-main kerana mereka berjuang antara hidup dan mati.Jika dilihat di segi mercup suburnya Islam berbanding negara-negara Timur yang lain, Malaysialah yang terkehadapan. Walaupun masih amat banyak kelemahan, itulah yang paling kuat keIslamannya. Bukan diihat di sudut kuantiti penduduk tetapi di sudut kualiti penghayatan.Di sudut bangsa pula, bangsa Melayu adalah bangsa yang belum pernah menguasai dunia berbanding bangsa-bangsa lain. Mungkin ini peluang untuk bangsa Melayu. Sudah tentu pula pemimpin yang dimaksudkan itu tidak hanya berjuang dalam lingkungan tempatan, kedaerahan atau kenegaraan semata-mata. Perjuangannya adalah perjuangan global yang menjadikan tanah airnya sebagai tapak globalisasi Islami.Mana tahu kalau-kalau pemimpin itu telah ada. Bahkan pasti ada jika merujuk kepada hadis, kita kini berada hampir di penghujung awal kurun. Mungkin beliau sedang berjuang tetapi tidak disedari oleh musuh-musuh, atau dianggap remeh oleh musuh. Begitulah apabila Allah mahu mengalahkan musuhNya. 4. Kemunculannya menggemparkan Timur dan Barat. Semua manusia di seluruh dunia akan terkejut besar dengan perlantikannya sebagai pemimpin manusia di Timur. Pernyataan ini disebutkan oleh Nostradamus dengan tegas dalam buku ramalannya.Ketika itu, kebanyakan urusan perniagaan akan terhenti atau lumpuh seketika sebelum pulih di negara-negara lain. Di negara tempat beliau zahir itu, ekonominya akan lumpuh terus dan hapus lalu beliau gantikan dengan sistem ekonomi Islam yang lebih adil dan sangat stabil.Sistem ekonomi Islam yang beliau lagang nanti akan turut menggemparkan seluruh ahli ekonomi dan tokoh perniagaan yang pakar-pakar di seluruh dunia. Sistem ekonomi Islam beliau menyebabkan sistem kapitalis, sosialis dan sebagainya itu akan hancur, lumpuh dan tidak bermaya. Akhirnya, sistem ekonomi Islam yang beliau lagang itu nantilah yang akan berkembang pesat dan meruntuhkan seluruh sistem ekonomi yang sedia ada di dunia.Perkara ini termasuk dalam sifat keadilan yang dibawa oleh pemimpin tersebut. Kedatangannya memenuhi dunia dengan keadilan sepertimana sebelum ini dipenuhi oleh kezaliman.Dari Ibnu Mas’ud RA, katanya, “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihatkan mereka, maka kedua-dua mata baginda SAW dilinangi air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajah Tuan sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari Timur yang membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya, maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti bumi ini dipenuhi dengan kedurjanaan sebelumnya. Sesiapa yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi.” (Riwayat Ibnu Majah)Keadilan yang ditegakkan itu secara menyeluruh meliputi setiap aspek samada politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.Sabda Nabi SAW,”Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang pemuda yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan. Maka apabilakamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelahTimur dan dialah pemegang panji-panji al-Mahdi.” (Riwayat At-Tabrani) 5. Ketika muncul, dia memakai serban biru (The Blue Turban). Oleh kerana pemimpin tersebut adalah seorang pejuang Islam yang amat cinta kepada Rasulullah SAW, pastilah segala sunnah Rasul itu diperjuangkannya. Tidak mungkin seorang pejuang Islam tidak berserban seperti Rasulullah SAW. Walaupun ketika ini, amalan sunnah seperti berserban itu telah dimomok-momokkan oleh orang.Disebutkan tentang warna serban, sebenarnya banyak hadis menyebut tentang serban pemimpin ini, samada secara khusus ataupun secara umum (merangkumi pengikut-pengikutnya). Khususnya di dalam kitab Jamiussoghir karangan Imam As Sayuti.Ketika kemunculannya hanya dia seorang yang memakai serban berwarna biru di dunia ini. Mungkin serban biru itu tidak selalu dipakainya, cuma sekali-sekala sahaja. Namun begitu, ini sudah cukup menjadi bukti bahawa hanya beliau seorang yang sanggup memakai serban biru. Ulama lain ketika itu, terutamanya ulama fiqh, sudah tidak sanggup lagi meletakkan serban di atas kepala sebagai pakaian harian, apatah lagi untuk memakai serban yang berwarna biru atau hijau.Berat pula pernyataan dari Nostradamus ini merujuk kepada pemakaian serban berwarna biru ketika zahirnya Pemuda Bani Tamim ini dengan mendapat kekuasaan di dunia sebelah Timur itu. Maknanya, serban warna biru itu dipakainya ketika beliau mula-mula mendapat kuasa di negeri sebelah Timur dan mula-mula diberikan baiah oleh sekalian manusia. Mungkin begitulah yang dimaksudkan serban biru oleh Nostradamus. 6. Dia merayakan hari Khamis sebagai hari istimewa bagi dirinya. Ini suatu yang tidak lazim bagi kebanyakan umat Islam ketika itu, di seluruh dunia termasuk oleh para ulamanya. Maksudnya di sini ialah, hari Khamis malam Jumaat. Malam yang lazimnya orang-orang Islam membaca Surah Yasin selepas sembahyang Maghrib di masjid, di surau atau di rumah.Beliau menjadikannya istimewa kerana pada malam Jumaat itulah beliau akan membanyakkan zikir, doa dan sebagainya seolah-olah orang yang menyambut malam raya. Mungkin maksudnya beliau menjadikan malam Jumaat itu sebagai masa untuk membaca selawat dan mengamalkan zikrullah sehingga jadilah malam Jumaat itu sebagai sangat istimewa bagi dirinya.Dan memang pun begitu keadaannya bagi para solihin dan wali-wali sejak zaman para sahabat lagi, hinggalah zaman salafus soleh dan diteruskan hingga kini, mereka menjadikan hari Khamis malam Jumaat sebagai suatu hari raya dan malam berpesta-pesta amal dan taqarrub kepada Allah. Pesta seperti ini hanya mampu dilakukan oleh para wali Allah dan orang-orang soleh sahaja.Mereka menyambutnya dengan penuh kegembiraan, semangat baru dan azam baru untuk melipatgandakan amal ibadat kepada Allah. Itulah maksud sebenar yang dikatakan oleh tokoh peramal Barat yang terkenal, Nostradamus, dengan kenyataan bahawa, beliau menjadikan hari Khamis sebagai hari istimewa bagi dirinya.Maksudnya di sini juga, umat Islam ketika itu sudah semakin jauh meninggalkan ajaran agamanya sendiri, sehinggakan hari Khamis malam Jumaat yang mulia itupun sudah dianggap tidak berbeza langsung daripada hari-hari dan malam-malam lainnya. Tahun yang disebut iaitu tahun Masehi 2000 telah tiba. Sebagai orang yang beriman dengan hadis sepatutnya kita peka dengan perkara ini. Di mana, di saat ini pihak musuh Islam lebih-lebih lagi peka, maklumlah mereka dijanjikan untuk menerima kekalahan. Sedangkan bagi umat Islam, telah dijanjikan kemenangan. Hanya yang perlu, penuhi jiwa dengan iman dan taqwa, serta berusahalah untuk mendapatkan pimpinan dari pemimpin yang dimaksudkan itu.Sabda Nabi SAW,”Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun terpaksa merangkak di atas salji.”(Riwayat Al-Hafiz Abu Naim)
Siapakah sebenarnya Pemuda Bani Tamim?
Persoalannya kini, siapakah sebenarnya pemuda Bani Tamim? Adakah beliau seorang Melayu Ataupun dia seorang pemimpin negara yang berasal dari Ardibil, Iran?
Seperkara yang menarik mengenai kedua-dua calon Pemuda Bani Tamim tersebut ialah kedua-duanya bukanlah orang Arab dan bukanlah berasal dari Bani Tamim. Apa yang menarik juga ialah, kedua-dua calon berkenaan mempunyai Imam Mahdi yang berbeza. Seorang menantikan Imam Mahdi yang berasal dari Indonesia, manakala seorang lagi menantikan Imam Mahdi yang akan muncul dari Sirdabnya di Iraq. Lebih malang lagi nasib buat jawatan Imam al-Mahdi, bukan hanya dua orang calon dari Indonesia dan Iraq itu sahaja yang ada, malah ribuan calon al-Mahdi lain, sejak dari dulu, kini dan masa akan datang bersedia untuk mengisikan kekosongan jawatan tersebut. Setiap tarekat Sufi mempunyai calon masing-masing, setiap firaq (kumpulan) Syiah mempunyai calon mereka yang tersendiri, dan setiap kumpulan ajaran-ajaran sesat yang lain juga mempunyai calon mereka yang tersendiri. Ini bermaksud, jawatan Pmuda Bani Tamim juga bukanlah hanya milik kedua-dua calon dari Malaysia dan Iran. Ribuan lagi para penanti al-Mahdi yang bersedia untuk dinobatkan sebagai “Pemuda Bani Tamim”.
Tidakkah kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang lepas. Bukankah ajaran-ajaran sesat dan agama-agama baru banyak yang muncul akibat Mahdi-Mahdi yang pernah muncul. Di kalangan Syiah sendiri pun, ajaran Bahaiyyah, Nusayriyah dan lain-lain lagi merupakan produk kemunculan Mahdi di zaman-zaman lampau dari kelompok mereka. Begitu juga halnya dengan ajaran-ajaran sesat lain yang turut timbul dari kumpulan-kumpulan sufi yang telah disesatkan oleh Mahdi-Mahdi mereka.
Persoalannya, apakah riwayat mengenai al-Mahdi dan Pemuda Bani Tamim benar-benar kuat dan qat’iyy? Kita serahkan kepada pakar-pakar hadith untuk meneruskan perbincangan seterusnya.
Wallahu a’lam bish shawab.