AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI

AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI

Isnin, 23 September 2013

HARI RAYA KORBAN dan Sejarah Hari Raya Idul Adha



 بسم الله الرحمن الر حيم

إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمرانالآية: 102

OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI

MENGHAYATI HARI RAYA KORBAN dan KEPEDULIAN SOSIAL

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Illahirabbi, karena pada hari ini kita masih diberi nikmat hidup, nimat merdeka, dan nikmat iman, insya Allah. Kita diberi nikmat hidup, karena nyata-nyata saat ini kita masih dikarunia usia, masih bisa bernafas. Kita juga diberi nikmat kemerdekaan, karena kita masih bisa menentukan apa yang akan kita lakukan, mau mengaji, atau mau main-main saja, belajar atau tidur saja, melakukan kebaikan atau sebaliknya. Dan terakhir kita masih juga dikarunia nikmat yang paling tinggi tingkatannya, yaitu nikmat iman. Dengan keimanan ini kita mampu meninggalkan hal yang lain, karena ada yang lebih penting yaitu mengingat Allah. Kita belajar bersama berkong si ilmu Alah ini saat ini kita bukan sekedar berkumpul bergosip ria, tapi mari kita niatkan bahwa kita sedang menambah ilmu pengetahuan, saling mengingatkan supaya kita tetap terkendali dalam lingkungan yang penuh dengan cobaan. Insya Allah semua ini akan diridhai oleh Allah SWT. Mudah-mudahan bagi yang tidak sempat baca pada penulisan ana hari ini, insha Allah akan ada kesempata di Hari yang Lain Insha Allah mereka dapat mendapat pahala yang lebih besar di tempat lain.
Marilah kita perbaharui dan tingkatkan sikap dan keyakinan kita, bahwa tiada tuhan yang patut kita sembah selain Allah SWT. BagiNya tak ada sekutu dan tak ada satupun yang menyamaiNya.
Kita pun meyakini bahwa Muhammad adalah utusan Allah SWT, nabi terakhir dan pemimpin para nabi. Salawat serta salam kita haturkan bagi junjungan kita, dan mudah-mudahan beliau tetap menjadi sumber suri teladan bagi kita.
Semoga pula ampunan, rahmat serta magfirah selalu menyertai dan tercurah bagi umatnya hingga akhir jaman.
Beberapa hari lagi, kita Insha Allah akan bersama-sama menunaikan shalat dan ibadah di hari raya IDUL ADHA disebut juga sebagai Hari Raya Korban ataupun Hari Raya Haji. Pada hari itu dan juga tiga hari kemudian, banyak ummat Islam yang mampu, menyembelih korban untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Juga, tak sedikit ummat Islam yang telah mencukupi syarat, menunaikan Ibadah Haji ke Baitullah. Suatu ibadah yang teah dirintis oleh Nabi Ibrahim beserta putranya nabi Ismail. Kita masing/masing tahu bagaimana kisah nabi Ibrahim, meninggalkan istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail yang masih bayi di suatu lembah tandus jauh dari mana-mana. Bagimana kisah Siti Hajar mencari air untuk menghilangkan dahaga dirinya dan anaknya, sampai kemudian terpancar sumber mata air zam-zam. Bagaimana kemudian nabi Ibrahim saat kembali menengok Siti Hajar dan anaknya Ismail, kemudian diuji untuk menyembelih anaknya, atas perintah Allah SWT. Dan perjuangan nabi Ibrahim saat hendak menyembelih Ismail. Sejarah itulah yang kemudian kita coba hayati dengan melakukan kurban dan ibadah haji. Ibadah Haji inilah yang diwajibkan kepada mereka yang mampu untuk mengerjakannya sekali seumur hidup, Allah s.w.t.berfirman dalam Quran yang artinya :
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.."(Qur'an. S.al-Hajj:27-28)
Ada hal penting dalam kegiatan Kurban ini. Betapa kita diperintahkan untuk selalu memperhatikan fakir miskin, dan semangat berkurban. Apabila sifat suka berkorban ini meresap ke jiwa seluruh ummat Islam Isya-Allah akan terwujud ketenangan dan kedamainan dalam masyarakat dan akan dekatlah jurang yang memisahkan antara yang kaya dengan yang miskin, antara yang kuat dengan yang lemah, antara penguasa dengan rakyat biasa.
Mereka yang mampu dapat memberikan sebagian hartanya untuk membantu mereka yang berada dalam kesusahan, seperti yang biasa dialami oleh fakir miskin, yatim piatu, ataupun yang memerlukan pertolongan. Tapi harus pula dibarengi oleh mereka yang menerima bantuan untuk mensyukurinya dan berusaha dengan sekuat tenaga tidak hanya bergantung kepada pemberian orang. Bukanlah Rasullah s.a.w.telah mengingatkan bahwa: "Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah".
Bagaimanakah hakekat kedudukan kaum lemah, yaitu fakir miskin ataupun kaum pinggiran ataupun yang dimata kita seringkai kita anggap hina, yang seringkali kita hanya melihatnya dari segi lahiriah, materialistis ?. Marilah kita terbang lima belas abad kebelakang, ke suatu masa dijaman Rasulullah saw.
Di suatu tempat terlihat Rasulullah saw berkumpul bersama para sahabatnya yang kebanyakan orang miskin. Sekedar menyebut beberapa nama sahabat yang hampir semuanya bekas budak, yaitu Salman al-Farisi, Ammar bin Yasir, Bilal, Suhayb, Khabab bin Al-Arat. Pakaian mereka lusuh, berupa jubah bulu yang kasar. Tetapi mereka adalah sahabat senior Nabi, para perintis perjuangan Islam.
Kemudian serombongan bangsawan yang baru masuk islam datang ke majelis Nabi. Ketika melihat orang-orang di sekitar Nabi, mereka mencibir dan menunjukkan kebenciannya. Mereka berkata kepada Nabi, "Kami mengusulkan kepada Anda agar Anda menyediakan majelis khusus bagi kami. Orang-orang Arab akan mengenal kemuliaan kita. Para utusan dari berbagai kabilah arab akan datang menemuimu. Kami malu kalau mereka melihat kami duduk dengan budak-budak ini. Apabila kami datang menemui Anda, jauhkanlah mereka dari kami. Apabila urusan kami sudah selesai, bolehlah anda duduk bersama mereka sesuka Anda." Uyainah bin Hishn menegaskan lagi, "Bau Salman al-Farisi mengangguku (Ia menyindir bau jubah bulu yang dipakai sahabat nabi yang miskin). Buatlah majelis khusus bagi kami sehingga kami tidak berkumpul bersama mereka. Buat juga majelis bagi mereka sehingga mereka tidak berkumpul bersama kami."
Tiba-tiba turunlah malaikat jibril menyampaikan surat al-An'am [6] ayat 52:
"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka. Begitu pula mereka tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim."
Nabi saw segera menyuruh kaum fukara duduk lebih dekat lagi sehingga lutut-lutut mereka merapat dengan lutut Rasulullah saw. "Salam 'Alaikum," kata Nabi dengan keras, seakan-akan memberikan jawaban kepada usul para pembesar Quraisy.
Setelah itu, turun lagi surat al-Kahfi [18] ayat 28:
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
Sejak itu, apabila kaum fukara ini berkumpul bersama Nabi, beliau tidak meninggalkan tempat sebelum orang-orang miskin itu pergi. Apabila beliau masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok mereka. Seringkali beliau berkata, "Alhamdulillah, terpuji Allah yang menjadikan di antara umatku kelompok yang aku diperintahkan bersabar bersama mereka. Bersama kalianlah hidup dan matiku. Gembirakanlah kaum fukara muslim dengan cahaya paripurna pada hari kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang-orang kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. Mereka bersenang-senang di surga sementara orang-orang kaya tengah diperiksa amalnya."
Dalam kesempatan lain Nabi bertemu dengan seorang sahabat, Sa'ad al-Anshari yang memperlihatkan tangannya yang melepuh karena kerja keras. Nabi bertanya, "mengapa tanganmu hitam, kasar dan melepuh?" Sa'ad menjawab, "tangan ini kupergunakan untuk mencari nafkah bagi keluargaku." Nabi yang mulia berkata, "ini tangan yang dicintai Allah," seraya mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh itu. Bayangkanlah, Nabi yang tangannya selalu berebut untuk dicium oleh para sahabat, kini mencium tangan yang hitam, kasar dan melepuh.
Di atas kita telah mengutip beberapa kisah dalam hidup Nabi. Bukankah sebagai ummatnya kita telah berikrar untuk menjadikan segala perilaku beliau sebagai contoh teladan (uswatun hasanah). Untuk menguatkan bahwa Islam sangat menonjolkan kepedulian sosial, mari kita buka Al-Qur'an. (Bukankah Al-Qur'an adalah rujukan kita yang pertama dalam hidup ini.)
1. Surat al-Balad [90] ayat 10 -18
"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu)melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi MAKAN pada hari kelaparan (kepada) anak YATIM yang ada hubungan kerabat, atau orang MISKIN yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu)adalah golongan kanan"
Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa ada dua jalan yang bisa kita pakai dalam memanfaatkan harta kita. Al-Qur'an menyarankan kita untuk mengambil jalan yang sukar dan mendaki, yaitu memerdekakan budak atau memberi makan pada anak yatim atau orang miskin. Allah tidak menjelaskan tentang jalan yang mudah, melainkan memberi contoh jalan yang sukar.
Mengapa disebut jalan yang sukar? karena kebanyakan manusia enggan atau merasa berat atau merasa sukar untuk melakukannya. Bila kita mampu mengalahkan rasa berat dan rasa sukar pada diri kita dalam beramal, maka Allah menjanjikan kita termasuk golongan yang kanan; ahli surga.
2. Surat al-Ma'arij [70] ayat 19-25
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi KIKIR, Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila iamendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan SHALAT, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam HARTAnya tersedia bagian tertentu, bagi orang(miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)"
Secara tegas Allah menyebutkan bahwa keluh kesah dan kikir itu telah menjadi sifat bawaan manusia sejak ia diciptakan. Allah melukiskan sifat manusia dengan sangat baik. Seringkali kita berperilaku demikian. Saat kita tidak memiliki harta kita sering berkeluh kesah, sebaliknya, kalau memiliki banyak harta kita cenderung untuk kikir. Lalu bagaimana caranya agar sifat bawaan (keluh kesah & kikir) kita tersebut tidak menjelma atau dapat kita padamkan. Allah menyebutkan, paling tidak, dua jalan. Pertama, mengerjakan sembahyang secara kontinu. Kedua, menyadari bahwa dalam harta yang kita miliki terkandung bagian tertentu untuk fakir miskin. Dua resep ini insya Allah akan mampu memadamkan sifat keluh kesah dan sifat kikir yang kita miliki.
3. Surat al-Qalam [68] ayat 17-33
"Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekkah)sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya dipagi hari, dan mereka tidak mengucapkan : insya Allah
Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur, maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, lalu mereka panggil memanggil di pagi hari
"Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya."
Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. "Pada hari ini janganlah ada seorang MISKIN pun masuk ke dalam kebunmu." Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (meonolongnya),
Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)"
Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka:"Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?"
Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela-mencela Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas. Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita"
Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui"
Sekelompok ayat di atas menceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi sebelum masa Rasulullah. Kisah pemilik kebun di atas melukiskan dengan sangat baik betapa harta manusia itu tak ada artinya dibanding kekuasaan Allah. Kebun yang sudah sekian lama diurus dan tinggal sekejap mata saja untuk dipetik hasilnya menjadi musnah terbakar. Apa kesalahan pemilik kebun tersebut sehingga mendapat azab sedemikian rupa?
Pertama, mereka lupa bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Ini dilukiskan dalam ayat di atas ketika mereka tidak menyebut insya Allah; mereka merasa pasti akan meraih hasil yang luar biasa. Mereka lupa bahwa sedetik kedepan kita tak tahu apa yang terjadi dengan hidup kita. Kita tak tahu "skenario" Allah terhadap diri kita.
Kedua, mereka bersifat kikir. Mereka sudah bersiap-siap agar orang miskin tak bisa masuk ke kebun mereka saat panen tiba. Allah murka pada mereka. Allah turunkan azab-Nya pada mereka. Di akhir ayat Allah mengingatkan bahwa azab yang Allah timpakan pada pemilik kebun hanyalah azab dunia; sedangkan azab akherat jauh lebih besar lagi!
Kalau Allah mampu memusnahkan dengan amat mudah kebun yang siap dipanen, jangan-jangan Allah pun akan memusnahkan sumber penghasilan kita, bila kita berlaku kikir! Na'udzu billah...
Sekarang bukalah cermin di hati kita. Tariklah nafas sejenak untuk berkaca ke dalam cermin itu. Apakah kita seperti pembesar Quraisy yang terganggu dengan bau tubuh orang miskin. Apabila tamu datang, kota kita bersihkan dan mereka, kaum fukara, dipinggirkan. Kota baru gemerlap bila mereka disingkirkan. Pemandangan baru indah bila rumah-rumah kumuh digusur. Kadang, betapa perilaku kita lebih menyerupai pembesar quraisy daripada perilaku Nabi Yang Mulia.
Bukalah cermin hati kita lagi. Turunlah kita ke bawah. Tengoklah jutaan tangan yang hitam dan melepuh menunggu uluran kasih sayang kita. Setelah Nabi, adakah di antara kita yang mau mencium tangan orang miskin? Bukankah dengan status yang kita miliki, gelar akademik yang kita raih, kesejahteraan yang kita nikmati, kita merasa jauh lebih pantas bila orang miskin mencium tangan kita. Kalau hati terasa berat, andaikata kultur tak mengizinkan kita berbuat hal itu, manakala ego terasa meningkat, bukankah paling tidak kita ganti rasa hormat yang seharusnya kita berikan dengan kasih sayang pada mereka. Bila Nabi mau mencium tangan mereka, maukah kita untuk paling tidak menyisihkan sebagian rezeki yang kita peroleh sebagai rasa sayang kita pada mereka.
Bukalah cermin hati kita sekali lagi. Apakah kita merasa sukar untuk beramal pada orang miskin dan anak yatim? Hanya cermin hati yang teramat dalam yang mampu menjawabnya dengan jujur.
Sekali lagi, bukalah cermin hati kita. Tahanlah nafas kita untuk sejenak. Tidakkah kita rasakan bagaimana Allah menyinggung perilaku buruk kita dalam ayat-ayat-Nya yang suci. Subhanallah....
Cermin hati kita mengatakan bahwa agar tidak tertimpa azab Allah di dunia, manakala kita memiliki kelebihan rezeki maka janganlah sungkan untuk memberi sebagian pada orang miskin. Cermin hati telah berkata, mampukah kita melaksanakan kata-hati kita ?
Setelah kita merenungi bagaimana hakekat berkurban, yang ternyata tidak selalu harus dengan materi,tapi kita juga dituntut untuk bersikap baik dan menyantuni fakir miskin, kaum lemah dan orang yang membutuhkan pertolongan. Mudah-mudahan dengan semangat berkurban ini kita dapat mengambil hikmah dan mendapatkan salah satu jalan mencapai KeridhaanNya.
Marilah kita akhiri nasihat ini dengan menundukkan jiwa dan raga kita dihadapan Allah yang maha besar, Allah yang maha terpuji, Allah yang maha mendengar, Allah yang maha berkuasa atas segala sesuatu. Mudah-mudahan doa kita dikabulkanNya, dan dijadikanNya kita menjadi orang-orang yang senatiasa bersyukur, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Kita berdo'a kepada Allah s.w.t. semoga diampuninya segala dosa dan kesalahan kita di masa yang lalu. Kita mohon kepada Allah s.w.t. semoga diterimanya segala amal ibadah kita dan akhirnya kita akan memperoleh Husnul Khatimah, akhir yang baik dan dapatlah kehidupan kita diberkati dan diberikan ketenangan dan diselamatkan dari segala malapetaka.
Kita berdoa kepada Allah yang maha kaya maha pemurah, maha dan maha dari segala yang kita anggap paling. Mudah-mudahan Allah senantiasa selalu meringankan hati kita, langkah kita dan tekad kita untuk selalu mengangkat derajat kaum yang lemah, menyantuni kaum papa, dan menolong kaum tak mampu.
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi". (QS. 7:23)
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi". (QS. 11:47)
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (QS. 7:126)
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara para penyayang". (QS. 7:151)
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku….. (QS. 20:25-29)
"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir". (QS. 10:85-86)
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (QS. 17:24)
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyanyang". (QS. 59:10)
"Aku berlindung kepada Tuhan manusia". Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia (QS. 114:1-6)

Sejarah Hari Raya Idul Adha

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam. Berikut ini akan saya jelaskan 
sejarah singkat dari pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.
Nabi Ibrahim as, melaksanakan perintah ilahi itu dengan tulus, namun Allah berkehendak lain. Perintah ilahi berikutnya datang dan Ibrahim diperintah untuk melepaskan Ismail dan menyembelih seeokor binatang kurban yang telah dipersiapkan oleh Allah sebagai gantinya. Pada hari itu diperingati peristiwa kurban

Peristiwa yang terjadi di masa lalu itu adalah kisah penuh pelajaran. Kisah kepasrahan mutlak dan ketundukan penuh kepada kehendak Allah. Karena itu kisah tersebut diabadikan oleh Allah dalam syariat yang diturunkan-Nya berupa berbagai manasik haji. Dalam syariat Islam tanggal 10 Dzulhijjah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha yang berarti hari raya kurban.
Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.
Pada hari ini, jemaah haji yang melaksanakan ibadah haji bergerak menuju Mina setelah melakukan wukuf di padang Arafah dan mabit di Muzdalifah. Di Mina, mereka melakasanakan lempar Jumrah Aqabah lalu menyembelih binatang kurban. Semua itu dilakukan mengikuti jejak Nabi Ibrahim as yang menyembelih binatang kurban setelah beliau berhasil melewati ujian terberat dengan perintah Allah untuk menyembelih anaknya yang tercinta, Ismailas.

PENGERTIAN & HUKUM IBADAH QURBAN

Qurban atau Udhiah bermaksud menyembelih haiwan yang tertentu jenisnya daripada ternakan yang dikategorikan sebagai al-an'am iaitu unta, lembu (termasuk kerbau), biri-biri dan kambing pada Hari Nahr atau Hari Raya Haji (10 Zulhijjah) dan pada hari-hari Tasyrik (11,12 dan 13 Zulhijjah) kerana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah.
HUKUM MELAKUKAN IBADAH QURBAN
  • Imam Syafie berpendapat hukum melakukan ibadah qurban ini adalah sunat Muakkadah iaitu sunah yang amat digalakkan atau dituntut ke atas setiap individu Muslim yang merdeka, berakal, baligh lagi rasyid serta berkemampuan melakukannya sama ada sedang mengerjakan haji ataupun tidak sekurang-kurangnya sekali seumur hidup.

  • Makruh meninggalkan ibadah ini bagi orang yang mampu melakukannya.

  • Hukum qurban ini menjadikan wajib jika seseorang itu telah bernazar untuk melakukannnya atau telah membuat penentuan (at-ta'yin) untuk melaksanakannya seperti seseorang berkata "lembu ini aku jadikan qurban". Jika tidak dilakukan dalam keadaan ini maka hukumnya adalah haram. Daging qurban wajib (nazar) tidak dibenarkan untuk dimakan oleh yang empunya qurban dan tanggungannya.
 Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah dan ibuku serta kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil
 

Sabtu, 21 September 2013

Hukum Memakai Tangkal Dan Azimat dan yang di ambil dari Al quran

بسم الله الرحمن الر حيم

إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمرانالآية: 102

OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI

Tangkal Dan Azimat

HUKUM MEMAKAI TANGKAL ATAU AZIMAT DAN YANG DIAMBIL DARIPADA AL-QURAN

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan tentang azimat dan hukumnya. Kata Ibnu Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّماَئِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya jampi-jampi, azimat-azimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR. Imam Ahmad di dalam Musnad 1/381, Abu Daud di dalam Sunan-nya 7/630, Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak 4/217, 418, At-Tabrani di dalam Al-Kabir 10503, dan Al-Baihaqi di dalam Sunan Al-Kubra 9/350)

Syeikh Al-Albani rahimahullah menjelaskan: “Memang asal azimat itu adalah permata yang dirangkai yang digantungkan pada leher anak agar terpelihara dari gangguan mata-mata jahat. Kemudian mereka memperluaskan makna azimat tersebut sehingga mereka menamakan azimat kepada segala bentuk perlindungan. Contohnya: sebahagian mereka menggantungkan kasut kuda di pintu-pintu rumah atau di tempat yang jelas kelihatan, menggantungkan selipar di bahagian depan kereta atau di bahagian belakangnya, atau permata yang berwarna biru di bahagian depan cermin kereta bahagian dalam berdekatan dengan pemandu dengan tujuan untuk menolak bala.” (Silsilah Al-Ahadis As-Sahihah, 1/650)


Apakah hukum memakai azimat?

Pertama: Akan menyebabkan terjatuh kepada SYIRIK BESAR apabila disertai keyakinan bahawa azimat itu sendiri yang memberikan pengaruh selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang dapat menolak mudarat dan mendatangkan manfaat, serta membentengi setiap orang yang memakainya. Dan pelakunya telah keluar dari Islam, halal darahnya untuk ditumpahkan dan hartanya untuk dirampas, menyebabkan kekal dirinya di dalam neraka apabila dia mati dan belum sempat bertaubat, serta menyebabkan terhapus (hilang) seluruh amalan yang dilakukan di dalam Islam.

Kedua: Akan menyebabkan terjatuh dalam perbuatan SYIRIK KECIL apabila dia meyakini bahawa azimat itu hanya sebagai sebab semata, manakala yang mendatangkan manfaat dan menolak segala bentuk malapetaka yang menimpanya adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Menjadikan sesuatu sebab yang tidak pernah dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai sebab adalah merupakan syirik kecil. (Lihat Al-Qaulul Mufid 1/204, Al-Qaulul Sadid hal. 38, Fatawa Syeikh Ibnu Baz 2/384)

Dalil-dalilnya adalah dalam hadis marfu’ dari Abdullah bin ‘Ukaim Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

من تعلق شيئا وكل إليه 

“Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (dengan anggapan bahawa barang tersebut bermanfaat atau dapat melindungi dirinya), maka Allah akan menjadikan orang tersebut selalu bergantung kepadanya.” (HR. Ahmad dan At Tirmizi)

Imran bin Husain radhiallahu’anhu menuturkan bahawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melihat seorang lelaki memakai gelang, kemudian baginda pun bertanya:

ما هذه ؟، قال : من الواهنة، فقال : انزعها فإنها لا تزيدك إلا وهنا، فإنك لو مت وهي عليك ما أفلحت أبدا

“Apakah itu? Lelaki itu menjawab: “Gelang penangkal penyakit”, lalu Nabi bersabda: “Lepaskan gelang itu, kerana sesungguhnya ia tidak akan menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Imam Ahmad)

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, dalam hadis yang marfu’, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

من تعلق تميمة فلا أتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له، وفي رواية : من تعلق تميمة فقد أشرك

“Barang siapa yang menggantungkan Tamimah* maka Allah tidak akan mengkabulkan keinginannya, dan barang siapa yang menggantungkan Wada’ah* maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya.” Dan di dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang menggantungkan tamimah maka dia telah berbuat kesyirikan.” (HR. Imam Ahmad)

*Tamimah adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang, dan lain sebagainya.

*Wada’ah pula adalah sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang orang jahiliah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk dalam pengertian ini adalah azimat. (Lihat Kitabut Tauhid karya Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Fathul Majid 1/650)

Apakah hukum sekiranya azimat itu diambil daripada ayat-ayat Al-Quran?

Berkenaan masalah ini, terdapat perbezaan pendapat di kalangan ulama salaf:

1. Sebahagian mengatakan boleh (harus). Dan mereka memaknakan hadis yang menjelaskan keharaman azimat itu dengan makna azimat yang mengandung kesyirikan. Di antara ulama yang berpendapat sedemikian adalah Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash dan diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu 'anha, akan tetapi riwayat dari kedua sahabat ini lemah. Dan ini adalah ucapan Abu Ja’far Al-Baqir, Ahmad bin Hanbal dalam satu riwayat.

2. Sebahagian pula mengatakan haram. Pendapat ini dipegang antaranya Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, dan zahir ucapan Hudzaifah, ‘Uqbah bin ‘Amir, dan Ibnu ‘Akim dan demikian juga ucapan sejumlah tabi’in di antara mereka murid-murid Ibnu Mas’ud, dan Ahmad di dalam sebuah riwayat yang dipilih oleh majoriti murid beliau dan yang diperkuatkan oleh ulama mutaakhirin (kebelakangan ini). Mereka berdalil dengan keumuman hadis Ibnu Mas’ud: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jampi-jampi, azimat-azimat, dan guna-guna termasuk dari kesyirikan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Syeikh Soleh Fauzan hafizahullah mentarjih (menguatkan) dari kedua pendapat ini beliau mengatakan: Yang benar (dari kedua) pendapat ini adalah pendapat yang mengatakan HARAM dengan beberapa alasan:

Pertama: Keumuman larangan dan tidak ada dalil-dalil yang mengkhususkannya,
Kedua: Menutup jalan-jalan yang akan dapat menjerumuskan kepada (perbuatan) menggantungkan azimat selain Al-Quran atau nama-nama Allah, dan
Ketiga: Akan terjatuh pada penghinaan terhadap Al-Quran dan nama-nama Allah tersebut kerana akan dibawa ke tempat najis atau dipakai untuk mencuri, merompak, dan berkelahi.

Dan pendapat kedua ini pula yang dikuatkan oleh ulama masa kini seperti Syeikh Sulaiman bin Abdullah bin Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitabnya Taisir Al-’Aziz Al-Hamid, Syeikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syeikh dalam kitabnya Fathul Majid, Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Syeikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani, Syeikh Muhammad bin Soleh Al-’Utsaimin, dan Syeikh Muqbil bin Hadi rahimahumullah.
 

Hukum Mengenai Tangkal Dan Azimat:

Terdapat perselisihan pendapat ulama mengenai hukum menggunakan tangkal. Bagi menjelaskannya, tangkal, azimat atau wafak itu boleh dibahagikan kepada dua bahagian iaitu: Pertama, tangkal yang ditulisayat-ayat al-Quran, nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, daripada doa-doa; kedua, tangkal yang diperbuat selain daripada jenis pertama, seperti daripada logam iaitu keris, paku, jarum atau duit syiling, cincin, tembaga, timah atau tahi besi dan daripada binatang seperti kulit binatang, misai atau kuku harimau, sisik tenggiling, tulang kokang, batu akik atau benang, tasbih, kayu dan sebagainya.

Tangkal yang diperbuat daripada bahan pertama, tidak kira di manadi gunakan, sama ada digantung di leher, diikat di pergelangan tangan, di pinggang, diletak di bawah bantal, di bawah alas tempat tidur, digantung di dinding, atau di atas rangka pintu tidak harus digunakan berdasarkan kepada hadis umum yang bermaksud: Sesungguhnya jampi-jampi dan tangkal-tangkal juga tiwalah itu syirik - hadis riwayat Imam Ahmaddan Abu Daud.

Juga berdasarkan kepada sebuah hadis daripada Aqabah bin Amir yang bermaksud: Barang siapa menggantung tangkal maka sesungguhnya dia telah syirik - hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ibn Habban danal-Hakim. Menurut Asy-Syeikh Abdul Rahman bin Hassan seperti yang tersebut dalam Fathu`l-Majid, larangan tersebut berdasarkan kepada:

1. Umum hadis-hadis di atas melarang penggunaan tangkal, tanpa pengecualian atau merujuk kepada kes-kes tertentu.

2. Untuk mencegah kekeliruan, di mana orang awam berkemungkinan tidak dapat membezakan antara tangkal yang diperbuat daripada ayat-ayatal-Quran atau doa-doa dengan tangkal yang ditulis bukan daripada ayat-ayat tersebut.

3. Untuk mengelakkan berlakunya penghinaan terhadap ayat-ayat suci, iaitu sekiranya ia dibawa ke tempat-tempat kotor, seperti tandas, dipakai ketika istinjak, ketika dalam keadaan junub dan sebagainya.

Pendapat ini disokong oleh Abdullah bin Mas'ud juga murid-muridnya, Ahmad Hambal dan juga kebanyakan para sahabat, dan disokong oleh ulama yang terkemudian daripadanya seperti Ibn Abbas, Uqbah bin Amir dan IbnAkim.

Pendapat kedua ialah pendapat yang mengharuskan penggunaan tangkal yang diperbuat daripada ayat-ayat al-Quran, nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Ini adalah pendapat Abdullah bin Umr bin al-As, juga sesetengah ulama salaf. Menurut fatwa jawatankuasa fatwa kerajaan Arab Saudi yang dibukukan, iaitu dalam Al-Fatawa Az-Zahabiyah, 1996, ms. 252, pendapat pertama, iaitu pendapat yang melarang penggunaan tangkal adalah lebih kuat hujahnya, lebih mantap untuk memelihara akidah, tauhid dan pegangan hidup orang Islam.

Menurut Ibrahim an-Nakhaiy, para ulama salaf tidak menyukai (karahah) penggunaan tangkal. Yang dimaksudkan dengan karahah di sini ialah haram. Ini adalah pendapat Imam Ahmad, juga pendapat sekumpulan sahabat yang disokong oleh ulama yang terkemudian.

Adapun tangkal yang diperbuat selain daripada ayat-ayat al-Quran dan nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya juga doa-doa, maka hukumnya adalah syirik, berdasarkan kepada umum hadis-hadis di atas.

Keterangan hadis berikut memperkuat larangan menggunakan tangkal.
Pada suatu ketika Abdullah bin Mas'ud mendapati isterinya memakai kalung yang ada padanya tangkal. Beliau telah melucutkan tangkal itudan memotongnya sambil berkata:
``Seluruh keluarga Abdullah tidak boleh melakukan amalan syirik kepada Allah dengan sesuatu yang tidak pernah diturunkan oleh Allah keterangannya.'' Kemudian beliau berkata, menyatakan yang beliau pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya jampi-jampi,tangkal-tangkal dan tiwalah itu syirik.

Para sahabat telah bertanya: Ya Rasulullah, jampi-jampi dan tangkal telah kami tahu, apakah yang dinamakan ``tiwalah'' itu? Baginda menjawab: Tiwalah itu ialah pekerjaan yang dilakukan oleh kaum wanita agar dengannya suami-suami menyayangi isteri-isteri mereka.

Larangan menggunakan tangkal ini sama seperti fatwa yang dikeluarkan oleh As-Syeikh Abdul Halim Mahmud (Ahmad an-Nuhas, 1994:515). Larangan menggunakan tangkal ini meliputi tangkal yang diperbuat daripada logam, yang dipakai di pergelangan tangan seperti yang dijelaskan oleh hadis berikut:

Daripada Imran bin Husain sesungguhnya Nabi telah melihat seoranglelaki memakai gelang tembaga di lengannya. Baginda bertanya: Apa ini? Lelaki itu menjawab: Ini adalah benda yang lemah. Mendengarkan katanyaitu baginda bersabda: Lucutkan ia. Sesungguhnya ia tidak menambah, kecuali kelemahan. Kalau kamu mati sedangkan ia tetap kamu pakai, selama-lamanya kamu tidak akan selamat - hadis riwayat Imam Ahmad.

Lelaki yang memakai tangkal tembaga ini mengalami sakit di lengan.Tangkal yang dipakai telah dijampi terlebih dahulu. Baginda s.a.w.menyuruh agar menanggalkannya, jangan dipakai lagi dan menyatakan bahawa tangkal itu akan hanya menyebabkan dia lebih lemah, kerana hatidan harapannya selama itu bergantung kepada tangkal yang tidak memberi manfaat atau mudarat.

Menurut Ahmad an-Nuhasiy at-Tumi dalam kitabnya Syifau `r-Rahman ll`s-sihr wa `l-hasad wa Amradi'l-Jan, ms. 101, perbuatan menggantungkan al-Quran pada anak-anak kecil juga pada orang dewasa, ataupun di kereta untuk melindungi diri daripada kecelakaan, atau daripada gangguan jin-jin adalah termasuk dalam amalan bid'ah. Begitu juga perbuatan menggantung ayat-ayat al-Quran, seperti surah Alam Nasrah dikedai-kedai, agar terhindar daripada pencuri berdasarkan kepada hadis-hadis di atas.

Dalam satu soalan yang dikemukakan mengenai hukum menggantungkan tangkal pada pesakit yang ditulis padanya doa-doa dengan ayat-ayatal-Quran dengan perkataan Arab yang tidak difahami maknanya, yang disertai dengan lakaran bintang-bintang, juga nama-nama nabi, as-Syeikh Abdul Aziz bin Baz memberi fatwa bahawa tangkal tersebut tidak harus digantungkan pada manusia, diletakkan dalam pakaian, di atas hamparan tempat tidur, atau di mana-mana tempat dalam rumah, untuk menolak bala atau kecelakaan, atau untuk mendapatkan kebahagiaan. Perbuatan tersebut adalah syirik.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hibban danal-Hakim, daripada Zainab, iaitu isteri Abdullah bin Mas'ud, ia berkata bahawa suaminya telah melihat sehelai benang dililit di lehernya. Dia bertanya: Apa ini? ``Sehelai benang yang telah dibacakan jampi,'' jawabisterinya. Abdullah bin Mas'ud telah melucutkan benang tadi lalu memotongnya, kemudian dia berkata: Semua keluarga Abdullah bebas daripada syirik. Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya jampi dan tangkal juga tiwalah itu syirik.

Zainab bertanya, ``kenapa kau berkata sedemikian rupa, padahal mataku mengeluarkan air mata apabila terpandang seorang Yahudi danapabila aku memakainya, air mata itu tidak keluar lagi. Abdullah menjawab: Sesungguhnya itu adalah amalan syaitan. Apabila kamu taat kepadanya, ia akan mencucuk mata dengan jarinya. Cukuplah engkau membaca, seperti yang dibaca oleh Rasulullah s.a.w. doa yang berikut:

Hilangkan sakit ini, wahai Tuhan manusia, sembuhkanlah aku, Engkauadalah penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit - hadis riwayat Ibn Majah, AbuDaud dan al-Hakim.

Pendapat keempat, penggunaan tangkal, tidak kira sama ada tangkal yang diperbuat daripada ayat-ayat al-Quran, nama Allah, sifat-sifat-Nya dan doa-doa, yang ditulis pada kertas, kain atau pakaian (dibuat baju), logam, daripada binatang, tumbuh-tumbuhan, batu akik, termasuk benang dan sebagainya dilarang menggunakannya apabila ia disertai dengan amalan sihir, seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis:

Barang siapa membuat satu simpulan, kemudian meniupnya, maka sesungguhnya dia telah melakukan amalan sihir, barang siapa melakukan amalan sihir maka sesungguhnya dia telah melakukan syirik - hadis riwayat an-Nasaiy.

Yang dimaksudkan dengan sihir di sini ialah perbuatan menyediakan tangkal yang terdiri daripada sesuatu yang boleh dibuat pengikat, seperti benang, kain dan sebagainya, atau benang yang diletakkan padanya tangkal, ataupun kain yang diambil daripada kain kapan, kemudian dibacakan dengan rangkaian jampi mantera untuk memanggil jin-jin, sama ada jin-jin yang dibela, dibuat sahabat atau dibuat saudara yang akan ``bersama'' dengan tangkal yang dibuat tadi, membolehkan pemakai tangkal memperoleh natijah luar biasa, yang dianggap sebagai ``hikmah'' untuk pendinding diri, disukai ramai, penggerun dan sebagainya, kemudian bahan tadi ditiup yang diistilahkan sebagai ``an-nafath''. Orang yang berkenaan telah melakukan sihir.

Kalimah ``an-nafath'' asalnya bererti mengeluarkan sesuatu daripada mulut seperti kahak atau air ludah (al-Munjid, 1966: 823), tetapi yangdi maksudkan di sini ialah meniup daripada mulut tanpa mengeluarkan airludah. Amalan ini banyak dilakukan oleh tukang-tukang sihir perempuan dizaman jahiliah seperti yang tersebut dalam al-Quran (al-Falaq, 4).

Jelasnya, tangkal tidak kira daripada bahan apa ia disediakan, sekiranya disertai dengan pemujaan jin-jin, maka amalan itu tetap dilarang. Orang yang berbuat demikian telah melakukan sihir, yang boleh menyebabkan syirik iaitu salah satu dosa besar yang dilarang dalam Islam.

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Allah mengampuni dosa selain daripada dosa syirik terhadap mereka yang dikehendaki oleh-Nya - (an-Nisa': 48). 
 Wallahua'lam

Khamis, 19 September 2013

Munculnya Panji-panji Hitam Dari Khurasan..

بسم الله الرحمن الر حيم

إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمرانالآية: 102

OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI

Munculnya Panji-panji Hitam Dari Khurasan..



Dunia telah merakamkan suatu sejarah hitam dalam sejarah Umat Islam dengan runtuhnya Khilafah al-Islamiyah di Turkey pada 1922 Masehi di mana Sistem Khalifah Uthmaniyah diruntuhkan oleh kamal at-Tartuk dengan bantuan British dan Negara-negara Barat..
Hal ini telah digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalam sebuah hadis iaitu:
Rasulullah SAW bersabda: “Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah Zaman Kenabian itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan (Khulata’ ur Rasyidin) yang
berjalan seperti Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu, sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH
mengangkatnya lalu berlakulah Zaman Pemerintahan yang menggigit (Zaman Fitnah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang ALLAH kehendaki.
Kemudian ALLAH mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (pemerintahan diktator) dan berlakulah zaman itu sepertimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.” Kemudian baginda diam. 

(Hadis Riwayat Imam Ahmad). Islam terpaksa menempuh zaman gelap atau zaman fitnah yang panjang. Telah, sedang dan akan berlaku detik penentuan serta "sequence" peristiwa untuk umat Islam keluar daripada zaman fitnah kepada zaman ummah kali kedua.
~ STUDY THE HISTORY,
~ UNDERSTAND THE STRATEGIES,
~ LEARN THE LESSONS..!!
Kita dilahirkan disatu zaman yang aqidah, ibadah, akhlak, ilmu, didikan, sosial, ekonomi, politik dan seluruh aspek hidup umat Islam sudah dirosakkan oleh Yahudi, Nasrani, Komunis, Kapitalis, Nasionalis, Sosialis dan lain-lain isme lagi. Juga dirosakkan oleh nafsu dan syaitan serta tipuan dunia.
Inilah sifat zaman jahiliah. Sebab itu kita amat perlukan seorang rasul sepertimana umat di zaman jahiliah dulu itu mendapatkannya.
Tetapi Nabi dan Rasul sudah tidak ada lagi. Maka ALLAH yang amat sangat penyayang dan lemah lembut itu menyimpan untuk kita, sesuatu yang mirip dengan apa yang berlaku di Zaman Kenabian itu. Yakni satu jadual yang lengkap perihal akan berlakunya kebangkitan Islam kali kedua untuk zaman jahiliah kedua ini. Jadual itu sebenarnya sudah lama ditunggu oleh dunia Islam. Yang mana setiap zaman umat Islam mengharapkan agar ianya berlaku di tangan mereka.
Abu Bakar Ibn Abi Maryam melaporkan bahawa beliau mendengar Rasulullah SAW telah bersabda;
"Akan tiba suatu zaman di mana tiada apa yang bernilai dan boleh digunakan oleh umat manusia. Maka Simpanlah dinar dan dirham (untuk digunakan).
((( H.R Imam Ahmad Ibn Hanbal ))).
Bukankah ini semua sedang terjadi?? Sebenarnya Hadis-Hadis dan al-Quran itulah Jig Saw Puzzle yang berselerak sambil menunjukkan Jalan Lurus kepada siapa yang bertakwa..
Kenapa Nabi Bersabda Demikian Rupa?
Golongan Manakah Yang Sedang Giat Menjalankan Permintaan Nabi ini??
BAGI MEREKA YANG MENGKAJI,
MESTI MENGETAHUI ADA RAHSIA YANG TERSEMBUNYI
((( DARI TIMUR KE HARAMAIN )))
Ibarat ular pulang ke lubangnya..
Islam Terakhir Dari Rumpun NAGA...
Ahlul bait Kembali Bertahta...
Keturunan Rasulullah Memegang Tahta...
Dari Timur Ke barat berjalan & berkuda...
Menyampaikan Misi Takhta lagi Terahsia...
Bangsa Yang MEMENDAM RASA...
Bangsa Yang Punya
((( ALTER TERAHSIA )))
Daripada Abdullah bin Harist bin Juzu' Az Zubaidi katanya:
Sabda Rasulullah SAW akan lahir SATU GOLONGAN manusia dari TIMUR, mereka menyiapkan tapak kepada pemerintahan al-Mahdi.
~ Sunan Ibnu Majah
~ Sunan Baihaqi
~ Uqdud Durar (m/s 92)
Tapak Pemerintahan?
Adakah Anda Tahu Malaysia, Indonesia dan Sekitar Nusantara Sedang Giat Di Dalam Berurus niaga Mengunakan Dinar Dan Dirham...
Inilah Yang Disebut Bagaikan Bumi Madinah Ke -2..
Kenapa disebut Timur?
Daripada Ibnu Umar bahawa Nabi SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali baginda bersabda: “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini demikian itu, hendaklah kamu bersama pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang Panji-Panji al-Mahdi.” (Riwayat At Thabrani)
Kerana disanalah keluarnya Panji-panji Hitam yang akan ke Khurasan.
>>>> 72 bulan <<<< Berjalan, berkuda bergabung dengan batalion lain. Bertempur dengan susah dan payahnya, mendaki bukit dan meredah salji. ~~~~> EKSPEDISI TETAP DITERUSKAN KE KHURASAN <~~~~ Kerana di sana ada kunci kedua yang diisyaratkan... Ternyata bahawa jadual itu ALLAH simpan untuk kita. la tidak berlaku sebelum ini tapi ternyata sedang berlaku sekarang ini. 

Atau kalaupun belum pasti ia berlaku di kurun ini, apa salahnya kita berlumba-lumba dan berdoa agar ia terjadi di zaman kita dan melalui tangan kita. Sebab kita pun rindu sekali untuk melihat bagaimana rupanya Jadual-Jadual ALLAH yang memaparkan kegemilangan Islam yang sangat indah itu. Kita Sudah jemu sekali hidup dalam dunia Sekularis ini.

 Kalau para Sahabat pun iri hati dan ingin menikmati jadual agung yang dijanjikan untuk umat akhir zaman ini, mengapa tidak kita? Dan kalau Sahabat Abu Ayub al-Ansari yang sudah tua itu pun bersemangat muda di 1400 tahun dahulu, untuk merebut Kota Konstantinopel dari tangan Kristian sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah, merebut untuk menjadi ketua yang baik kepada tentera yang baik seperti yang disabdakan, mengapa ada lagi di kalangan umat Islam mereka yang asyik berprasangka terhadap janji-janji ALLAH untuk akhir zaman ini? Rasulullah SAW bersabda: ALLAH mengutus pada umat ini disetiap awal 100 tahun orang yang akan memperbaharui urusan agama-Nya (mujaddid). 

 Kaliann Semua, lagi berapa tahunkah genapnya 100 tahun Khalifah Uthmaniyah ditumbangkan ??? Ada dua tanda untuk kedatangan al-Mahdi ... Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari dipertengahan bulan .

 (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47) Pada tahun 80an telah terjadinya 2 gerhana matahari dan gerhana bulan di bulan Ramadhan berturut-turut..!! Anda Tahu apa maknanya ini semua ??? Ini adalah tanda-tanda (kelahiran Muhammad ke-2 ) Inilah Muhammad Bin Abdullah yang kami maksudkan sebagai Imam Mahdi. 

 Masih ingat lagi tentang TASIK GALILEE ??? Tinggal berapa tahun lagi tasik itu akan kering? Rasulullah SAW Bersabda: Sebuah bintang dengan ekor bercahaya akan muncul dari Timur sebelum munculnya al-Mahdi. (Ka’ b al-Ahbar ). Anda Masih Ingat Komet Halley ? Tahukah anda untuk mengukuhkan pendapat ini, bintang yang terbit melalui Timur dan barat adalah tanda-tanda ; (kelahiran Muhammad ke-2 ) dan bintang yang dimaksudkan itu = Komet Halley Juga telah muncul sekitar tahun 80an... dan hari ini sudah pun berlalu menghampiri 30 tahun. (Allah telah "sengaja" bekalkan tanda2 ini untuk umat ISLAM bersedia, sudahkah anda beringat ???) (Allah telah "sengaja" mengIZINkan kata2 Nabi semuanya jadi 100% di zaman kita).

 Di sini saya ingin menghuraikan berkenaan perkara-perkara yang disebut oleh Nostradamus berdasarkan hadis, sekaligus membuktikan terdapat “mala-fide” Yahudi dalam konspirasi mengelirukan umat Islam. 1. Akan muncul A New World Religion.Kemunculan satu kuasa baru dunia berteraskan agama telah disebut secara nyata oleh Rasulullah SAW di dalam beberapa hadis. Di antaranya:Sabda Rasulullah SAW:”Sesungguhnya Allah akan membangkitkan bagi umat ini (Islam) pada awal setiap seratus tahun seorang mujaddid yang bakal membaharu (menghidupkan) urusan agamanya.” (Riwayat Abu Daud, Al Hakim, Al Baihaqi, Al Iraqi, Ibnu Hajar Al Asqalani) Imam As Sayuti berkata: Para penghafal hadis sepakat mengatakan hadis ini sahih)Kita kini berada di awal kurun Hijrah ke-15, iaitu 1420 Hijrah. Mengikut tafsiran ulama, yang dikatakan awal kurun itu ialah 1/4 yang pertama. Ertinya kita kini berada di awal kurun. Sebagaimana janji Allah melalui lidah Rasulullah SAW ini, pastilah akan lahir seorang pemimpin yang akan menghidupkan syiar serta perjuangan Islam di zaman ini.Berbetulan pula kini kita melangkah ke alaf ke-3 Masehi dan berada di awal tahun 2000.Dalam sebuah hadis yang lain, bersabda Rasulullah SAW: “Telah berlaku zaman kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah zaman kekhalifahan (Khulafa’-ur-Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki.Kemudian Allah mengangkatnya lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (zaman fitnah). Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (zaman pemerintahan diktator) dan kemudian berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (zaman Al Mahdi dan Isa a.s) yang berjalan di atas cara hidup zaman kenabian. Kemudian baginda diam.” (Riwayat Ahmad)Secara umum apabila kita meneliti sejarah, zaman kenabian, zaman Khulafa’-ur-Rasyidin, zaman fitnah (pemerintah telah rosak sedang rakyat masih baik), zaman diktator (penjajahan Yahudi dan Nasrani) dan kini adalah giliran zaman seperti zaman kenabian itu berulang semula. Inilah yang dimaksudkan sebagai A New World Religion oleh Nostradamus. 2. Dipimpin oleh seorang yang dikenali dengan panggilan The Man from The East. Kebangkitan yang dimaksudkan itu akan dipimpin oleh seorang pemimpin dari Timur sebagai pencetusnya. Di dalam beberapa hadis disebutkan berkenaan pemimpin dari Timur itu:1.Daripada Ibnu Umar, bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali; baginda berkata: “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani)2. Dari Tsauban r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah Timur, seolah-olah hati mereka (pendukung-pendukung) umpama kepingan-kepingan besi (jiwa berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbai’ahlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salji. (Dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Naim) 3. Dia muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga buah laut. Negara Timur tempat perjuangan pemimpin tersebut terletak di pertemuan tiga buah laut. Siapa sahaja yang merasakan kedudukan mereka terancam akan membuat kajian dan menyusun strategi untuk menyelamatkan diri. Sementelahan pula Yahudi dan Nasrani yang telah tahu tentang kebangkitan Islam di akhir zaman.Memang Timur itu tidak ditentukan di manakah negaranya melalui hadis. Ini adalah kajian pihak musuh, akhirnya mereka berpendapat negara tersebut terletak dalam lingkungan tiga buah laut di sebelah Timur. Mereka mencari negeri yang ada sifat demikian dan di negeri-negeri berkenaan, mereka menjalankan ‘kerja-kerja kotor’ iaitu cuba memadamkan kalimah Ilahi dengan pelbagai cara.Dengan berbuat demikian, mereka berharap dapat menghalang kebangkitan Islam buat kali kedua dari kawasan yang telah disebutkan itu. Sebab itulah wilayah-wilayah di Indonesia sejak dahulu lagi menjadi sasaran utama mereka kerana mereka yakin dari sanalah akan bangkitnya “The Man from The East” itu.Selain itu, mereka turut membina pangkalan (pusat operasi) di sebelah sini iaitu di Filipina dan Singapura. Filipina adalah pusat operasi bagi kaum Nasrani manakala Singapura pula adalah pusat operasi bagi Zionis Yahudi. Dari kedua-dua tempat itulah mereka memantau seluruh Asia Tenggara ini, terutamanya Indonesia kerana dipercayai oleh mereka Pemuda Bani Tamim itu berasal dan berkembang di Indonesia.Itulah bukti kukuh kepercayaan para pendeta Yahudi dan Nasrani terhadap kemunculan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi itu serta kawasan di mana mereka berdua akan dibangkitkan.Namun, atas sebab-sebab permusuhan yang sangat kuat, setiap pergerakan mereka ini dibuat atas nama perniagaan, hubungan politik, ekonomi, pertahanan, ketenteraan dan sebagainya sehingga tidak kelihatan niat sebenar mereka ke atas umat Islam di kawasan ini. Di samping itu, mereka juga sangat kuat menyimpan niat sebenar mereka sehingga tidak pernah dapat diketahui oleh mana-mana umat Islam di kawasan ini sejak dahulu hingga ke hari ini.Perkara-perkara ini hanya dapat diketahui melalui pendedahan oleh para sarjana dan cendekiawan mereka sendiri melalui penerbitan-penerbitan mereka sendiri sahaja. Begitu bijaknya mereka beroperasi.Boleh jadi juga negara tersebut ialah Tanah Melayu yang telah menjadi Malaysia kini. Pada peringkaat awal, pihak musuh lebih beranggapan Indonesialah tempat yang dimaksudkan. maka mereka berjuang silih berganti menjajah Indonesia, menyebarkan ajaran Kristian dan cara hidup Yahudi di sana. Mereka terlupa dalam keghairahan itu, sebuah negara yang juga terletak di antara tiga laut, Laut China Selatan, Laut Sulu dan Lautan Hindi. Indonesia adalah kepulauan, oleh itu ia sudah tentu dikelilingi oleh laut, sedangkan Malaysia (khususnya semenanjung) hanya di lingkungi tiga penjuru. Di Utaranya tiada laut (tanah besar Thailand).Umat Islam tidak boleh memandang remeh tentang perkara ini. Kajian pihak musuh bukan kajian yang main-main kerana mereka berjuang antara hidup dan mati.Jika dilihat di segi mercup suburnya Islam berbanding negara-negara Timur yang lain, Malaysialah yang terkehadapan. Walaupun masih amat banyak kelemahan, itulah yang paling kuat keIslamannya. Bukan diihat di sudut kuantiti penduduk tetapi di sudut kualiti penghayatan.Di sudut bangsa pula, bangsa Melayu adalah bangsa yang belum pernah menguasai dunia berbanding bangsa-bangsa lain. Mungkin ini peluang untuk bangsa Melayu. Sudah tentu pula pemimpin yang dimaksudkan itu tidak hanya berjuang dalam lingkungan tempatan, kedaerahan atau kenegaraan semata-mata. Perjuangannya adalah perjuangan global yang menjadikan tanah airnya sebagai tapak globalisasi Islami.Mana tahu kalau-kalau pemimpin itu telah ada. Bahkan pasti ada jika merujuk kepada hadis, kita kini berada hampir di penghujung awal kurun. Mungkin beliau sedang berjuang tetapi tidak disedari oleh musuh-musuh, atau dianggap remeh oleh musuh. Begitulah apabila Allah mahu mengalahkan musuhNya. 4. Kemunculannya menggemparkan Timur dan Barat. Semua manusia di seluruh dunia akan terkejut besar dengan perlantikannya sebagai pemimpin manusia di Timur. Pernyataan ini disebutkan oleh Nostradamus dengan tegas dalam buku ramalannya.Ketika itu, kebanyakan urusan perniagaan akan terhenti atau lumpuh seketika sebelum pulih di negara-negara lain. Di negara tempat beliau zahir itu, ekonominya akan lumpuh terus dan hapus lalu beliau gantikan dengan sistem ekonomi Islam yang lebih adil dan sangat stabil.Sistem ekonomi Islam yang beliau lagang nanti akan turut menggemparkan seluruh ahli ekonomi dan tokoh perniagaan yang pakar-pakar di seluruh dunia. Sistem ekonomi Islam beliau menyebabkan sistem kapitalis, sosialis dan sebagainya itu akan hancur, lumpuh dan tidak bermaya. Akhirnya, sistem ekonomi Islam yang beliau lagang itu nantilah yang akan berkembang pesat dan meruntuhkan seluruh sistem ekonomi yang sedia ada di dunia.Perkara ini termasuk dalam sifat keadilan yang dibawa oleh pemimpin tersebut. Kedatangannya memenuhi dunia dengan keadilan sepertimana sebelum ini dipenuhi oleh kezaliman.Dari Ibnu Mas’ud RA, katanya, “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihatkan mereka, maka kedua-dua mata baginda SAW dilinangi air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajah Tuan sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari Timur yang membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya, maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti bumi ini dipenuhi dengan kedurjanaan sebelumnya. Sesiapa yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi.” (Riwayat Ibnu Majah)Keadilan yang ditegakkan itu secara menyeluruh meliputi setiap aspek samada politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.Sabda Nabi SAW,”Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang pemuda yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan. Maka apabilakamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelahTimur dan dialah pemegang panji-panji al-Mahdi.” (Riwayat At-Tabrani) 5. Ketika muncul, dia memakai serban biru (The Blue Turban). Oleh kerana pemimpin tersebut adalah seorang pejuang Islam yang amat cinta kepada Rasulullah SAW, pastilah segala sunnah Rasul itu diperjuangkannya. Tidak mungkin seorang pejuang Islam tidak berserban seperti Rasulullah SAW. Walaupun ketika ini, amalan sunnah seperti berserban itu telah dimomok-momokkan oleh orang.Disebutkan tentang warna serban, sebenarnya banyak hadis menyebut tentang serban pemimpin ini, samada secara khusus ataupun secara umum (merangkumi pengikut-pengikutnya). Khususnya di dalam kitab Jamiussoghir karangan Imam As Sayuti.Ketika kemunculannya hanya dia seorang yang memakai serban berwarna biru di dunia ini. Mungkin serban biru itu tidak selalu dipakainya, cuma sekali-sekala sahaja. Namun begitu, ini sudah cukup menjadi bukti bahawa hanya beliau seorang yang sanggup memakai serban biru. Ulama lain ketika itu, terutamanya ulama fiqh, sudah tidak sanggup lagi meletakkan serban di atas kepala sebagai pakaian harian, apatah lagi untuk memakai serban yang berwarna biru atau hijau.Berat pula pernyataan dari Nostradamus ini merujuk kepada pemakaian serban berwarna biru ketika zahirnya Pemuda Bani Tamim ini dengan mendapat kekuasaan di dunia sebelah Timur itu. Maknanya, serban warna biru itu dipakainya ketika beliau mula-mula mendapat kuasa di negeri sebelah Timur dan mula-mula diberikan baiah oleh sekalian manusia. Mungkin begitulah yang dimaksudkan serban biru oleh Nostradamus. 6. Dia merayakan hari Khamis sebagai hari istimewa bagi dirinya. Ini suatu yang tidak lazim bagi kebanyakan umat Islam ketika itu, di seluruh dunia termasuk oleh para ulamanya. Maksudnya di sini ialah, hari Khamis malam Jumaat. Malam yang lazimnya orang-orang Islam membaca Surah Yasin selepas sembahyang Maghrib di masjid, di surau atau di rumah.Beliau menjadikannya istimewa kerana pada malam Jumaat itulah beliau akan membanyakkan zikir, doa dan sebagainya seolah-olah orang yang menyambut malam raya. Mungkin maksudnya beliau menjadikan malam Jumaat itu sebagai masa untuk membaca selawat dan mengamalkan zikrullah sehingga jadilah malam Jumaat itu sebagai sangat istimewa bagi dirinya.Dan memang pun begitu keadaannya bagi para solihin dan wali-wali sejak zaman para sahabat lagi, hinggalah zaman salafus soleh dan diteruskan hingga kini, mereka menjadikan hari Khamis malam Jumaat sebagai suatu hari raya dan malam berpesta-pesta amal dan taqarrub kepada Allah. Pesta seperti ini hanya mampu dilakukan oleh para wali Allah dan orang-orang soleh sahaja.Mereka menyambutnya dengan penuh kegembiraan, semangat baru dan azam baru untuk melipatgandakan amal ibadat kepada Allah. Itulah maksud sebenar yang dikatakan oleh tokoh peramal Barat yang terkenal, Nostradamus, dengan kenyataan bahawa, beliau menjadikan hari Khamis sebagai hari istimewa bagi dirinya.Maksudnya di sini juga, umat Islam ketika itu sudah semakin jauh meninggalkan ajaran agamanya sendiri, sehinggakan hari Khamis malam Jumaat yang mulia itupun sudah dianggap tidak berbeza langsung daripada hari-hari dan malam-malam lainnya. Tahun yang disebut iaitu tahun Masehi 2000 telah tiba. Sebagai orang yang beriman dengan hadis sepatutnya kita peka dengan perkara ini. Di mana, di saat ini pihak musuh Islam lebih-lebih lagi peka, maklumlah mereka dijanjikan untuk menerima kekalahan. Sedangkan bagi umat Islam, telah dijanjikan kemenangan. Hanya yang perlu, penuhi jiwa dengan iman dan taqwa, serta berusahalah untuk mendapatkan pimpinan dari pemimpin yang dimaksudkan itu.Sabda Nabi SAW,”Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun terpaksa merangkak di atas salji.”(Riwayat Al-Hafiz Abu Naim)


Siapakah sebenarnya Pemuda Bani Tamim?

Persoalannya kini, siapakah sebenarnya pemuda Bani Tamim? Adakah beliau seorang Melayu  Ataupun dia seorang pemimpin negara yang berasal dari Ardibil, Iran?


Seperkara yang menarik mengenai kedua-dua calon Pemuda Bani Tamim tersebut ialah kedua-duanya bukanlah orang Arab dan bukanlah berasal dari Bani Tamim. Apa yang menarik juga ialah, kedua-dua calon berkenaan mempunyai Imam Mahdi yang berbeza. Seorang menantikan Imam Mahdi yang berasal dari Indonesia, manakala seorang lagi menantikan Imam Mahdi yang akan muncul dari Sirdabnya di Iraq. Lebih malang lagi nasib buat jawatan Imam al-Mahdi, bukan hanya dua orang calon dari Indonesia dan Iraq itu sahaja yang ada, malah ribuan calon al-Mahdi lain, sejak dari dulu, kini dan masa akan datang bersedia untuk mengisikan kekosongan jawatan tersebut. Setiap tarekat Sufi mempunyai calon masing-masing, setiap firaq (kumpulan) Syiah mempunyai calon mereka yang tersendiri, dan setiap kumpulan ajaran-ajaran sesat yang lain juga mempunyai calon mereka yang tersendiri. Ini bermaksud, jawatan Pmuda Bani Tamim juga bukanlah hanya milik kedua-dua calon dari Malaysia dan Iran. Ribuan lagi para penanti al-Mahdi yang bersedia untuk dinobatkan sebagai “Pemuda Bani Tamim”.

Tidakkah kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang lepas. Bukankah ajaran-ajaran sesat dan agama-agama baru banyak yang muncul akibat Mahdi-Mahdi yang pernah muncul. Di kalangan Syiah sendiri pun, ajaran Bahaiyyah, Nusayriyah dan lain-lain lagi merupakan produk kemunculan Mahdi di zaman-zaman lampau dari kelompok mereka. Begitu juga halnya dengan ajaran-ajaran sesat lain yang turut timbul dari kumpulan-kumpulan sufi yang telah disesatkan oleh Mahdi-Mahdi mereka.

Persoalannya, apakah riwayat mengenai al-Mahdi dan Pemuda Bani Tamim benar-benar kuat dan qat’iyy? Kita serahkan kepada pakar-pakar hadith untuk meneruskan perbincangan seterusnya.

Wallahu a’lam bish shawab.


Selasa, 17 September 2013

YaSin – Keutamaan dan Khasiatnya

بسم الله الرحمن الر حيم

إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمرانالآية: 102

Foto Saya
OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI

 

YaSin – Keutamaan dan Khasiatnya


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

YASIN – KEUTAMAAN DAN KHASIATNYA

.
YaseenSurah Yasin adalah surah yang menempati urutan ke 36 dalam mushaf Al-Qur’an. Nama ini diambil dari ayat permulaan surah ini yang terdiri dari huruf singkatan (muqaththa’ah) ya dan sin.
Ya adalah huruf untuk memanggil (nidaa) artinya wahai dan sin adalah singkatan dari kata insan artinya manusia, maksudnya adalah manusia sempurna.
Manusia sempurna yang dituju oleh huruf muqaththa’ah ini adalah Sayyidina Nabi Muhammad saw. Karena beliaulah seorang nabi yang telah menerirma wahyu Al-Qur’an, kitab suci Allah yang sempurna, sehingga seluruh kehidupan beliau berada di atas jalan yang lurus benar (QS.36: 5)
Dan kedudukan beliau berada di atas semua nabi dan rasul Allah swt., sampai-sampai nama beliau saw. diletakkan berdampingan dengan nama Allah swt yang senantiasa diucapkan oleh setiap orang yang memasuki Agama Islam dalam kalimah syahadat.
Berkat keteladanan beliau saw. (QS.33:22) dalam mengikuti hidayah Al-Qur’an, bangsa Arab yang jahil, buta huruf dan sesat, dalam setiap aspek kehidupan berubah menjadi bangsa yang pandai, berakhlak mulia, dan terpimpin dalam mencurahkan hidupnya untuk berbakti kepada Allah swt. dan kemanusiaan dalam tempo kurang dari 23 tahun.
Bahkan mereka mendapat pujian Allah swt. sebagai umat terbaik (QS.3:3) dan paling unggul diantara umat yang ada di dunia saat ini.
Surah ini juga memberikan kabar suka tentang datangnya pengikut setia Sayyidina Nabi Muhammad saw di zaman akhir Umat Islam (Qs.36:21) di saat mereka meninggalkan petunjuk Al-Qur’an dan mereka hidup dalam kegelapan ruhani yang mendorong mereka mengikuti kemauan hawa nafsunya dan mengikuti kemauan orang-orang yang mereka anggap sebagai ulama.
Pengikut setia beliau saw. di zaman akhir itu dalam beberapa hadits beliau beri gelar lmam Mahdi. Berkat kepemimpinannya secara berangsur-angsur Umat Islam akan memperoleh pencerahan Al-Qur’an kembali sehingga pada suatu saat mereka akan menjadi sarana Al-Qur’an dan Islam untuk menerangi penjuru jagad raya yang dirundung kegelapan dan kemenangan Islam atas semua agama secara sempurna akan terwujud (QS. 61:10).
Oleh karena itu surah ini dalam hadits disebut Jantung Al-Qur’an, sebab dengan surah ini Al-Qur’an menjadi hidup dengan memancarkan cahaya ruhani yang terang benderang untuk membimbing umat manusia berjalan di jalan yang benar. Agar mereka mati dalam keadaan berserah diri kepada kehendak Tuhannya (QS.2:133; 3:103) dan kembali kepada-Nya dengan tenang dan senang (QS.89:28-29).
Firman Allah :
تَنزِيلَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
[sebagai wahyu] yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (QS.36 Ya-Seen :5)
وَلَمَّا رَءَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ قَالُواْ هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ‌ۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّآ إِيمَـٰنً۬ا وَتَسۡلِيمً۬ا
Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata:“Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan
 (QS.33 Al-Ahzab :22)
نَزَّلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ
Dia menurunkan Al Kitab [Al Qur’an] kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil (QS.3 Al-E-Imran :3)
ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡـَٔلُكُمۡ أَجۡرً۬ا وَهُم مُّهۡتَدُونَ
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk (QS.36 Ya-Seen :21)
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَـٰرَةٍ۬ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٍ۬
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih (QS.61 As-Saff :10)
أَمۡ كُنتُمۡ شُہَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِى قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآٮِٕكَ إِبۡرَٲهِـۧمَ وَإِسۡمَـٰعِيلَ وَإِسۡحَـٰقَ إِلَـٰهً۬ا وَٲحِدً۬ا وَنَحۡنُ لَهُ ۥ مُسۡلِمُونَ
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan [tanda-tanda] maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il dan Ishaq, [yaitu] Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya (QS.2 Al-Baqara :133)
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (QS.3 Al-E-Imran :103)
ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬
فَٱدۡخُلِى فِى عِبَـٰدِى
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” “Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku (QS.89 Al-Fajr :28-29)
.

Isi kandungan surah yasin :

  • Kandungan Keimanan.
  • Keimanan akan Allah dengan mensucikannya dengan sifat-sifatnya, Keimanan akan Alqur’an yang merupakan ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah, keimanan akan surga dan sifat-sipatnya, keimanan akan hari akhir.
  • Kisah-Kisah, Kisah utusan-utusan nabi isa a.s dengan penduduk anthakiyah.
  • Salah satu ayatnya menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan Astronomi: semua bintang di cakrawala berjalan pada garis edarnya.
.
.

KEUTAMAAN SURAH YASIN

Ini dapat kita ketahui dari hadits Rasulullah saw. berikut ini:
Segala sesuatu mempunyai jantung (hati), sedang jantung Al-Qur’an adalah surah Yasin, dan siapa saja yang membaca surah Yasin Allah swt. mencatat bacaannya seperti bacaan Al-Qur’an sepuluh kali (Ad-Darimiy, At-Turmudzi dan Anas ra. dan Kanzul-Umal, Juz 112624)
Siapa membaca surah Yasin setiap malam ia diampuni (Al-Baihaqy dalam Syi’abil Iman dan Abu Hurairah ra. dan Kanzul-Umai, Juz 1/2625)
Siapa membaca surah Yasin di waktu malam, maka di waktu shubuh ia menjadi orang yang mendapatkan ampunan (Abu Nu’aim dalam Al-Chilyab dan lbnu Ma’ud ra. dan Kanzul-Umal, Jua 112626)
Siapa saja membaca surah Yasin untuk mencari ridha Allah swt., maka Allah swt. mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu, maka bacalah itu oleh kalian di sisi orang-orang mati kalian (Al-Baihaqy dalam Syi’abil Iman dan Mu’qil bin Yasar ra. dan Kanzul Umal, Juz 112629)
Tiada seorang akan mati, lalu dibacakan surah Yasin di sisinya, kecuali AIIah swt. memudahkan kematiannya (Abu Nu’aim dan Abu Danda’ dan Abu Dzar ra. dan Kanzul-Umal, Juz XV/42 186)
Dengan memperhatikan hadits Rasulullah saw. di atas, maka kita dapat mengambil beberapa pelajaran tentang keutamaan surah Yasin, di antaranya:

1. Sebagai jantung Al-Qur’an,

Surah Yasin mampu menggerakkan seluruh ayat Al-Qur’an menjadi hidup menyala memancarkan cahayanya yang amat terang bagi ruhani manusia ibarat generator yang mampu menggerakkan kawat-kawat listrik untuk menerangi ruangan yang gelap.
Inti surah Yasin adalah, wujud Yang Mulia Rasulullah Muhammad saw. yang telah menerangi hati umat dengan cahaya Al-Qur’an dan di akhir zaman bayangan beliau akan bangkit kembali dalam wujud Imam Mahdi as., karena itu kebenaran dan keindahan Islam di akhir zaman akan tampak cemerlang kembali setelah tertutup khurafat dan bid’ah selama 13 abad.

2. Apabila orang membaca surah Yasin setiap malam dgn bimbingan Imam Mahdi as.

Atau Khalifah penggantinya di akhir zaman ini dia akan mengerti dan menyadari kedudukannya sebagai hamba Allah swt. dan senantiasa bertobat, sehingga ia menjadi hamba yang terampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan terlindungi dari dosa di masa depannya.

3. Salah satu bukti yang telah diberikan Umat Islam dari generasi ke generasi.

Adalah jika ada orang sakit keras menuju kematiannya jika di sisinya dibacakan surah Yasin Allah swt. akan memudahkan proses kematiannya.

4. Dianjurkan membaca surah Yasin pada malam Jum’at.

Mengandung makna agar manusia senantiasa ingat tentang kesuksesan dan kebahagian orang yang ruhaninya sempurna dan amat celaka dan menderitanya orang yang durhaka kepada Allah swt. dan rasul-Nya.
Di samping itu agar ia senantiasa siap menyambut kebangkitan Imam Mahdi as. sebagai imam Umat Islam di akhir zaman untuk menyelamatkan mereka dari berbagai azab, bencana dan berbagal fitnah, khususnya fitnah Al-Masihid-Dajjal.

5. Surah Yasin dan hari Jum’at mempunyai kaitan yang sangat erat.

Sehingga Rasulullah saw. mengajarkan secara istimewa kepada Hadhrat Ali bin Abi Thalib ra. agar di malam Jum’at bangun sepértiga malam untuk shalat dan membaca surah Yasin.
.
Barang siapa membaca Surat Yassin dengan khusyuk,
Niscaya Allah SWT akan menulis pahala kepadanya seperti pahalanya orang yang membaca Al Qur’an 10x.
Pada masa 1000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi para malaikat sering mendengar Allah SWT membaca Surat Yassin dan Surat Thoha.
Berarti 1000 tahun sebelum kejadian penciptaan langit dan bumi Allah SWT telah menciptakan kedua surat tersebut dan sering dibaca olehNya.
Para malaikat berkata :
Bagus benar susunan ayat demi ayat itu, Ya Allah kepada siapa akan diturunkan kedua surat itu..?
Allah berfirman :
Untuk umat Nabi akhir zaman (yakni umat Nabi Muhamad SAW)
Yassin lamaa quri’at lahu, artinya Yassin itu menurut tujuan hajat pembacanya
(surat yassin itu dibaca menurut tujuan hajat) orang yang membacanya.
Jadi kalau ada hajat yang ingin diraih dengan baca surat ini sebanyak-banyaknya insya Allah dengan izin Allah SWT akan terkabul. Sebagai bukti sudah sering terjadi, contoh sesorang menyatakan pernah membaca surat yassin sebanyak 47x pas malam hari Subhanallah segala hajatnya terkabul dan segala kesusahan hilang.

Fadhilah Surah Yasin :

  • Dibacakan pada orang sakaratul maut maka akan memepermudah keluarnya ruh.
  • Membaca Surah Yasin = Membaca Alqur’an 10 kali.
  • Dapat memberi syafaat bagi pembacanya.
  • Dimudahkan hajatnya.
  • Meringankan siksa kubur.
  • Menolak kejahatan.
  • Di baca pada malam jum’at mendapatkan ampunan.
  • Jika belum menikah akan dapat jodoh.
  • Jika ketakutan, Allah akan menghilangkan rasa takutnya itu.
  • Jika dipenjara, Niscaya akan bebas.
  • Orang tersesat akan mendapat jalan lagi.
  • Orang haus akan hilang hausnya.
  • Orang sakit akan hilang sakitnya.
.
Beberapa manfaat surah Yaasiin (Yasin),
  • Menurut sabda Nabi Muhammad saw, siapa membaca surah Yaasiin(Yasin) satu kali, sama dengan membaca Alqur’an sampai khatam (selesai) sepuluh kali, siapa membiasakan membaca surah Yaasiin setiap malam sampai mati, maka termasuk mati syahid.
  • Jika dibaca pada waktu pagi, maka memperoleh kegembiraan sampai sore, dan jika dibaca disore hari maka dapat gembira sampai pagi.
  • Jika anda ada maksud kepada pembesar supaya berhasil, maka bacalah surah yaasiin dari rumah sebanyak 25 kali, maka insya Allah berhasil.
  • Jika dibacakan untuk orang yang akan meninggal dunia, maka tidak akan dicabut nyawanya selagi ia belum didatangi malaikat Ridwan dengan maksud memberi kegembiraan kepada orang yang akan meninggal tersebut.
  • Jika dibacakan pada mayat di dalam kubur maka diringankan siksanya.
  • Jika ditulis dan dilebur air, lalu diminum, sama dengan meminum seribu obat.
  • Khasiatnya lagi adalah dapat dipergunakan sebagai obat sakit panas, caranya dibaca sekali, setiap sampai pada lafadz “MUBIIN” dengan mengikat benang sekali sampai tujuh, kemudian diikatkan pada bahu kanannya orang yang sakit panas, maka insya Allah sehat kembali.
.

.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
SEMOGA BERMANFA’AT – ALHAMDULILLAH
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬