بسم الله الرحمن الر حيم
إن
الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات
أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا
الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران
– الآية: 102
OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
Adab Berfacebook Menurut Agama Islam
berikut ini adalah adab-adab yang sesuai dengan ajaran agama Islam dalam berfacebook,yaitu:
Sopan
Baik di dunia nyata maupun dunia maya, bila anda ingin berkenalan tentunya harus sopan dan jujur.
Ketika berteman dengan teman-teman atau sahabat lainnya, janganlah
melupakan peran teman anda sebagai penghubung anda yang bisa menjelaskan
bahwa anda mengetahui profil mereka melalui teman anda.
Rosulullah bersabda, “Kamu semua tidak mungkin dapat bergaul dengan
orang lain dengan menggunakan hartamu saja, tetapi hendaklah seseorang
dari kamu semua itu bergaul dengan mereka, dengan muka yang berseri-seri
dan berakhlak yang baik” (HR Thabrani, Baihaqi dan lain-lain).
Rosulullah juga bersabda, “Sayapun suka juga bersendagurau, tetapi saya
tidak akan mengucapkan melainkan yang hak” (HR Thabrani dan Khatib).
Hadits tersebut menunjukkan bahwa Rosulullah mengajarkan dalam
pertemanan berlaku sopan dan jujur dalam arti sopan dengan bermuka
berseri-seri dan berakhlak yang baik, serta bila bersendagurau
berlakulah mengucapkan yang hak atau jujur.
Janganlah berkomentar yang berkaitan dengan hubungan anda.
Bila anda sedang patah hati atau putus cinta atau kesal setengah mati
karena sesuatu hal atau kekasih pergi dengan perempuan lain, sebaiknya
simpan saja di ruangan pribadi anda.
Janganlah mengubarnya di jejaring ini (diungkapkan dalam status).
Jika ingin mendapatkan simpati atau menumpahkan unek-unek kekesalan anda, teleponlah teman atau sahabat.
Janganlah bertanya pada orang-orang di dunia maya yang diakses oleh orang banyak.
Biasanya seseorang yang kesal atau gagal dalam sesuatu hubungan
mengucapkan kata-kata yang kotor, kata-kata yang rendah dan bila
diucapkan secara langsung dengan suara yang keras dan memaki-maki.
Untuk itu, Rosulullah bersabda, : “Jauhilah kamu semua akan kata kotor,
karena Allah tidak suka kepada kata kotor atau yang menyebabkan
timbulnya kata kotor dari orang lain” (HR Nasai, Hakim dan Ibnu Hibban).
“Seorang mukmin bukanlah tukang pemberi celaan, tukang melaknati orang, tukang berkata kotor atau berkata rendah” (HR Tirmidzi).
“Sesungguhnya Allah itu tidak suka kepada orang yang kotor katanya, yang
menyebabkan timbulnya kata-kata kotor dari orang lain, juga yang suka
bersuara keras (berteriak-teriak) di pasar-pasar” (HR Ibnu Abiddunya dan
Thabrani).
Jangan curhat dan buka rahasiasebaiknya lihat-lihat tempat bila ingin curhat.
Cobalah gunakan cara yang konvensional dibanding melakukannya di jejaring pertemanan ini.
bisa menggunakan email, telepon atau mengajak teman/sahabat minum kopi bareng- bareng.
Jangan menulis hal-hal yang sangat pribadi ini ke status, karena akan merugikan sendiri.
Kalau pribadi orang lain bagaimana?
Membuka rahasia pribadi saja tidak diperkenankan, apalagi rahasia orang lain.
Rosulullah bersabda, “Apabila seseorang mengadakan suatu percakapan,
kemudian ia pergi, maka apa yang dikatakannya itu adalah amanah (yang
wajib disimpan baik- baik)” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
“Percakapan itu adalah amanah antara kamu semua” (HR Ibnu Abiddunya).
Jadi menyiar- nyiarkan rahasia itu adalah haram, jika akan menimbulkan
suatu bahaya, namun suatu cela besar jika tidak sampai menimbulkan
bahaya apa- apa.
Jangan menghina, mencaci dan menyebarkan fitnah
Seperti di dunia nyata, di dunia maya pun dituntut untuk menjaga tutur kata yang baik.(aku sering melakukan yang satu ini

)
Bila anda mencaci maki dengan kata yang kasar, bisa-bisa anda dinilai
sebagai orang yang enggak asyik, dan tentunya akan menjatuhkan reputasi
anda di mata teman-teman.
Ada seorang teman marah-marah, karena seorang temannya menagih hutang di
status atau komentar, dia merasa tersinggung karena seluruh teman tahu
akan hal itu.
Perbuatan menghina dan mengejek diharamkan dan dilarang keras oleh
ajaran agama Islam sebagaimana Allah berfirman, “Hai orang-orang yang
beriman, janganlah sesuatu kaum menghina kepada kaum yang lain, karena
barangkali yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan.
Jangan pula golongan wanita menghina kepada golongan wanita yang lain,
karena barangkali yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari yang
menghinakan” (Al-Hujurat ayat 11).
“Janganlah kau ikuti orang yang suka mencela serta berjalan (kesana kemari) menyebarkan fitnah” (Al-Qalam ayat 11).
Untuk itu, Rosulullah bersabda, :“Janganlah kamu semua memaki-maki
mereka itu (yakni orang-orang musyrikin yang terbunuh dalam peperangan
Badar), karena tidak ada sesuatu apapun yang membekasi orang- orang yang
mati itu dengan apa-apa yang kamu semua ucapkan, bahkan hanya menyakiti
orang-orang yang masih hidup saja (seperti keluarga mereka dan
lain-lain).
Ingatlah bahwa kata-kata yang rendah itu adalah suatu kehinaan” (HR Ibnu Abiddunya dan Nasai).
“Yang amat dicintai dari kamu semua di sisi Allah adalah yang terbaik
akhlaknya, yang dermawan lagi gemar menjamu orang, yang dapat
menyesuaikan diri lagi dapat diikuti penyesuaian dirinya itu, sedangkan
yang amat dibenci dari kamu semua itu di sisi Allah adalah orang-orang
yang suka berjalan dengan berbuat adu domba, yang memecah belah antara
saudara-saudara, lagi pula yang mencari- cari alasan untuk melepaskan
diri dari kesalahan-kesalahan” (HR Ahmad)
Kenali perbedaan antara wall (status) dengan message
Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi anda sebaiknya tidak perlu terlalu diekspos.
Ingat kan ini juga dibaca oleh orang banyak, dan kalimat-kalimat nya
mungkin lebih cocok jika disampaikan melalui message di inbox.
Allah berfirman, “Jika ada seorang fasik datang kepadamu dengan membawa
suatu berita, maka periksalah dahulu dengan seksama” (Al-Hujurat ayat
6).
Jangan terlalu sering mengeluh
Ketika anda punya masalah dengan atasan, rekan kerja atau klien anda, hindari mengeluhkan hal tersebut di facebook.
Ingat status anda dapat dibaca oleh banyak orang, termasuk atasan dan relasi anda.
Coba ingat lagi, mereka sudah menjadi teman anda kan?
Jadi jagalah jempol anda agar tidak mengetik sembarangan.
Mereka akan berfikir bahwa anda tidak professional.
Daripada berkeluh kesah, sebaiknya tuliskan hal- hal yang positif yang membuat orang lain bersemangat dan bermotivasi.
Berkeluh kesahlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana
firman-Nya, “Katakanlah : Hai hamba-hamba- Ku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Az- Zumar ayat 53).
"Bermohonlah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Tuhan itu tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas".
(Al-A'raf ayat 55).
Jangan sekali-kali membuat profil palsu
Biasanya hal ini terkati dengan urusan asmara anda yang gagal dan membuat anda dendam.(aku punya 1 akun palsu

)
Mungkin terlintas di benak anda untuk membuat akun palsu, nama palsu
agar mantan pacar atau suami yang telah menyakiti anda tidak
mengenalnya.
Kemudian, anda posting atau membuat status-status hal-hal yang buruk tentangnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Rosulullah bersabda : “Ada tiga perkara,
barangsiapa memiliki semua itu dalam dirinya, maka ia adalah seorang
munafik, sekalipun ia sholat, berpuasa dan mengira bahwa ia seorang
muslim, yaitu jika berkata dusta, jika berjanji menyalahi dan jika
dipercaya berkhianat” (HR Bukhari dan Muslim).
“Ada empat perkara, barangsiapa yang memiliki semuanya itu dalam
dirinya, maka ia adalah seorang munafik, sedangkan barangsiapa yang
memiliki salah satu dari sifat-sifat itu di dalam dirinya, maka ia
memiliki salah satu kemunafikan, sehingga ia meninggalkan sifat
tersebut.
Empat perkara itu adalah jika berbicara dusta, jika berjanji menyalahi,
jika menjanjikan sesuatu bercidera dan jika bermusuhan berlaku curang”
(HR Bukhari dan Muslim).
“Amat besarlah pengkhianatannya jika engkau mengatakan suatu percakapan
kepada saudaramu yang ia dapat mempercayai kata-katamu itu, sedang
engkau sendiri berdusta kepadanya dalam kata-katamu tadi” (HR Bukhari).
“Saya berwasiat kepadamu agar tetap bertakwa kepada Allah, benar dalam
berkata-kata, menunaikan amanah, menepati janji, menyedekahkan makanan
dan merendahkan diri” (HR Abu Na’im).
Membalas setiap pesan
Jawablah pesan dari teman anda jika mereka menanyakan sesuatu.
Abaikan saja jika ada yang mengirimkan pesan negative dan jangan
terpancing serta membuang waktu anda dengan menanggapi orang tersebut.
Sama saja di dunia nyata dengan dunia maya juga dalam bersilaturahmi ke
teman atau saudara, walau sekedar bercakap-cakap, Islam sebagai agama
yang sempurna mengajarkan adab bertamu yaitu
“mengucapkan salam”.
Dengan mengucapkan salam berarti anda mendoakan semoga tuan rumah
memperoleh keberkahan dan keselamatan, sebagaimana firman Allah
Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat An-Nur ayat 27,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang
bukan rumah k alian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada
penghuninya” .
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dikisahkan bahwa Kaldah bin
Hnbal disuruh Shafyan bin Umaiyah untuk mengantarkan susu dan makanan
kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang berada di
atas lembah.
Kaldah langsung menemui Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa mengucapkan salam dan minta izin.
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menyuruhnya keluar kembali dan mengucapkan,
“Assalamualaikum,
apakah aku boleh masuk?”.
Inilah ajaran Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang seharusnya dilakukan oleh setiap muslim/muslimah.
Selanjutnya “meminta Idzin masuk” (Perhatikan Surat An-Nur ayat 27).
Lalu, “bersikap tawadlu dalam majelis tuan rumah” dimana sudah menjadi
hal yang lumrah bahwa siapapun yang menjadi tuan rumah tentu ia tidak
ingin melihat tamunya berlaku tidak sopan.
Hargai usaha orang lain
Hargailah usaha orang lain yang membuat tulisan, kutipan, petunjuk, saran ataupun kritik yang membangun.
Allah berfirman, : “Kami (Allah) mencatat apa-apa yang telah mereka
lakukan dahulu-dahulu dan apa-apa yang merupakan bekas dari amalan-
amalannya itu” (Yaa Siin ayat 12).
“Akan diberitahukanlah kepada manusia pada hari kiamat itu apa-apa saja
amalan yang dilakukannya dahulu atau belakangan” (Al- Qiyamah ayat 13).
Rosulullah bersabda
:“Tinggalkanlah berbantah-bantahan itu sebab sedikit kebaikannya.
Tinggalkanlah berbantah- bantahan itu, sebab sedikit kemanfaatannya.
Berbantah-bantahan itu hanya menimbulkan perseteruan saja antara sesama saudara” (HR Thabrani).
“Janganlah engkau berbantah- bantahan dengan saudaramu, jangan pula
bersendagurau dengannya (yang melampaui batas) dan jangan sekali-kali
engkau mengemukakan janji kepadanya akan suatu perjanjian kemudian
engkau tidak menepatinya” (HR Tirmidzi).
waw ternyata banyak juga adab berfacebook

semoga artikel di atas bermanfaat untuk anda dan kita semua
Sekian dari saya
wassalamualaikum wr.wb