AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
Ahad, 9 Mac 2014
Rahasia di Balik Musibah
Nabi صلى الله عليه وسلم diantara lain sabdanya :
فقوله صلى الله عليه وسلم : من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة.
(Man salaka thariiqan yathlubu fiihi 'ilman salakallaahu bihi tharii- qan ilal jannah).
Artinya :"Barangsiapa menjalani suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke sorga".
Sabtu, 8 Mac 2014
Shalat Istisqo'Hukum, Dalil, Adab, Tata Cara, dan Doanya
بسم الله الرحمن الر حيم
إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران – الآية: 102
OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
Shalat Istisqo
(Definisi, Hukum, Dalil, Adab, Tata Cara, dan Doanya)
Definisi Istisqo
Istisqo secara bahasa adalah meminta turun hujan. Secara istilah yaitu meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dengan cara tertentu ketika dibutuhkan hamba-Nya.
Hukum shalat Istisqo adalah sunnah muakkadah bagi yang terkena musibah kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Dan dianjurkan bagi kaum muslimin lainnya yang masih mendapatkan air, sebagai bentuk ukhuwah dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.
Dalil Shalat Istisqo
Allah SWT berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ
غَفَّارًا(10)يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا(11)وَيُمْدِدْكُمْ
بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ
أَنْهَارًا(12)
Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,
–sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun–,niscaya Dia akan mengirimkan
hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan
mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)
untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh: 10-12)Hadits Rasulullah SAW:
َعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: (
خَرَجَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مُتَوَاضِعًا, مُتَبَذِّلًا,
مُتَخَشِّعًا, مُتَرَسِّلًا, مُتَضَرِّعًا, فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ, كَمَا
يُصَلِّي فِي اَلْعِيدِ, لَمْ يَخْطُبْ خُطْبَتَكُمْ هَذِهِ ) رَوَاهُ
اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَأَبُو عَوَانَةَ, وَابْنُ
حِبَّانَ
Ibnu Abbas Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi
wa Sallam keluar dengan rendah diri, berpakaian sederhana, khusyu’,
tenang, berdoa kepada Allah, lalu beliau shalat dua rakaat seperti pada
shalat hari raya, beliau tidak berkhutbah seperti pada shalat hari raya,
beliau tidak berkhutbah seperti khutbahmu ini. Riwayat Imam Lima dan
dinilai shahih oleh Tirmidzi, Abu Awanah, dan Ibnu Hibban.
عن أَنَسِ بْنَ مَالِكٍ يَذْكُرُ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ
يَوْمَ الْجُمُعَةِ مِنْ بَابٍ كَانَ وِجَاهَ الْمِنْبَرِ وَرَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ فَاسْتَقْبَلَ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا فَقَالَ يَا
رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَتْ الْمَوَاشِي وَانْقَطَعَتْ السُّبُلُ فَادْعُ
اللَّهَ يُغِيثُنَا قَالَ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ
اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا قَالَ أَنَسُ وَلاَ وَاللَّهِ مَا نَرَى فِي
السَّمَاءِ مِنْ سَحَابٍ وَلاَ قَزَعَةً وَلاَ شَيْئًا وَمَا بَيْنَنَا
وَبَيْنَ سَلْعٍ مِنْ بَيْتٍ وَلاَ دَارٍ قَالَ فَطَلَعَتْ مِنْ وَرَائِهِ
سَحَابَةٌ مِثْلُ التُّرْسِ فَلَمَّا تَوَسَّطَتْ السَّمَاءَ انْتَشَرَتْ
ثُمَّ أَمْطَرَتْ قَالَ وَاللَّهِ مَا رَأَيْنَا الشَّمْسَ سِتًّا ثُمَّ
دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ ذَلِكَ الْبَابِ فِي الْجُمُعَةِ الْمُقْبِلَةِ
وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمٌ يَخْطُبُ
فَاسْتَقْبَلَهُ قَائِمًا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكَتْ
الْأَمْوَالُ وَانْقَطَعَتْ السُّبُلُ فَادْعُ اللَّهَ يُمْسِكْهَا قَالَ
فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ
ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى
الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالْأَوْدِيَةِ
وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ ( البخاري )
Dari Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa ada seorang lelaki pada
hari Jum’at masuk dari pintu menuju mimbar. Sedang Rasulullah SAW
berkhutbah. Dia menemui rasul SAW sambil berdiri dan berkata: wahai
Rasulullah SAW telah musnah binatang ternak dan sumber mata air sudah
tidak mengalir. Mohonlah pada Allah agar menurunkan air untuk kami.
Berkata Anas: Maka Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan ke langit dan
berdoa: Ya Allah turunkan bagi kami hujan 3x. Berkata Anas RA Demi
Allah pada saat kami tidak melihat di langit mendung, gumpalan awan atau
apapun. Dan sebelumnya di antara rumah kami dan gunung tidak ada
penghalang untuk melihatnya”. Berkata Anas RA, “Maka muncullah di belakangnya mendung seperti lingkaran. Dan ketika sampai di tengah, menyebar dan turunlah hujan.”
Anas RA berkata: “Maka kami tidak melihat matahari selama enam hari”.
Kemudian muncul lagi lelaki tersebut dari arah pintu yang sama pada
Jum’at sesudahnya dan Rasul SAW sedang khutbah. Dia menghadap Rasul saw
sambil berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah SAW harta-harta hancur dan
sungai-sungai penuh, berdoalah kepada Allah agar menghentikannya. Maka
Rasulullah SAW mengangkat tangan dan berdoa Ya Allah berilah hujan
sekeliling kami bukan adzab bagi kami, jatuh pada tanah, gunung-gunung,
pegunungan, bukit-bukit, danau- danau dan tempat tumbuh pepohonan” (HR. Bukhari)Macam-Macam Istisqo
Istisqo memiliki tiga macam, yaitu:
- Istisqo yang paling ringan, yaitu doa tanpa shalat dan tidak juga setelah shalat di masjid atau selain masjid, sendiri atau jamaah. Dan sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang shalih.
- Istisqo pertengahan, yaitu doa setelah shalat Jum’at atau shalat lainnya, ketika khutbah Jum’at atau khutbah yang lain.
- Istisqo yang paling utama adalah Istisqo dengan di dahului shalat dua rakaat dan dua khutbah. Dilakukan oleh muslim, baik musafir atau muqim, penduduk kampung atau bandar.
Jika hanya doa, maka dapat dilakukan kapan saja, dan lebih baik jika dilakukan saat khutbah Jum’at. Jika doa dan shalat maka dapat dilakukan kapan saja, tetapi jangan dilakukan pada waktu yang dimakruhkan shalat. Waktu yang utama adalah pada waktu Dhuha sampai Zhuhur sebagaimana shalat Id.
Tempat Shalat Istisqo
Shalat Istisqo dapat dilakukan di masjid atau di luar masjid
Adab sebelum shalat Istisqo
- Memperbanyak istighfar dan taubat di hari-hari sebelumnya
- Menghindari perbuatan zhalim dan mengembalikan hak-hak orang yang terzhalimi
- Didahului dengan berpuasa tiga hari
- Hari pelaksanaan dianjurkan puasa.
- Memperbanyak sedekah.
- Sebelum pelaksanaan, disunnahkan melakukan thaharah seperti, mandi, bersiwak, menjauhkan perhiasan dan wangi-wangian, memakai baju yang sederhana.
- Berangkat ke tempat dalam keadaan tawadhu, khusyu’, berharap pada Allah.
- Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat ‘Ied, rakaat pertama takbir tujuh kali dan kedua lima kali. Ibnu Abbas berkata:” lakukan pada Istisqo seperti pada waktu ‘Ied”.
- Rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-A’la dan rakaat kedua surat Al-Ghasiyah
- Setelah shalat, diteruskan dengan khutbah dua kali.
- Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.
- Dianjurkan doa Istisqo dibacakan oleh Ahli Bait dan orang shalih
- Bertawasul dengan amal shalih
- Khusus untuk kaum lelaki disunnahkan memindahkan dan membalikkan selendang atau sorbannya.
- Dianjurkan imam keluar bersama masyarakat.
- Dianjurkan membawa binatang ternak.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ
اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ
يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا
الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ
اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ اسْقِنَا اللَّهُمَّ
اسْقِنَا, اللَّهُمَّ اسْقِنا غَيْثاً مُغِيثاً هَنِيئاً مَرِيئاً غَدَقاً
مُجَلِّلاً سَحّاً عامّاً طَبَقاً دَائِماً؛ اللَّهُمَّ على الظِّرَابِ
وَمَنابِتِ الشَّجَرِ، وَبُطُونِ الأوْدِيَةِ؛ اللَّهُمَّ إنَّا
نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفّاراً، فأرْسلِ السَّماءَ عَلَيْنا
مِدْرَاراً؛ اللَّهُمَّ اسْقِنا الغَيْثَ وَلا تَجْعَلْنا مِنَ
القَانِطِينَ. اللهم إنَّ بِالعِبادِ والبِلادِ والبهائم والخلق من
اللأواء والجهد والضنك ما لا نشكوه إلا إليك. اللَّهُمَّ أنْبِتْ لَنا
الزَّرْعَ، وَأدِرَّ لَنا الضَّرْعَ، وَاسْقِنا مِنْ بَرَكاتِ السَّماءِ،
وأنْبِتْ لَنا مِنْ بَرَكاتِ الأرْضِ؛ اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الجَهْدَ
وَالجُوعَ والعُرْيَ، واكْشِفْ عَنَّا مِنَ البَلاءِ ما لا يَكْشِفُهُ
غَيْرُكَ
اللهم اسقنا الغيثَ وانصرنا على الأعداء. اللهم أنت
أمرتنا بدعائك ووعدتنا إجابتك، وقد دعوناك كما أمرتنا فأجبنا كما وعدتنا،
اللهم امنن علينا بمغفرة ما قارفنا، وإجابتك في سقيانا، وسعة رزقنا.
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, yang merajai hari pembalasan, tidak ada Tuhan selain Allah
yang melakukan apa yang Ia kehendaki, ya Allah Engkaulah Allah tidak ada
Tuhan selain Engkau, Engkau Mahakaya dan kami orang-orang fakir,
turunkanlah pada kami hujan, dan jadikan apa yang Engkau turunkan
sebagai kekuatan dan bekal hingga suatu batas yang lama.Ya Allah, turunkan bagi kami hujan 3x, Ya Allah, turunkan bagi kami hujan yang menyuburkan, menyejahterakan, bermanfaat, mengalir dari atas ke bawah merata, dan terus-menerus kebaikannya bagi negeri dan penghuninya. Ya Allah pada pegunungan, sawah ladang dan danau-danau. Ya Allah kami beristighfar kepada-Mu, sesungguhnya Engkau penerima ampun, turunkan kepada hujan dari langit yang terus menerus memberikan kebaikan. Ya Allah turunkanlah hujan dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa. Ya Allah negeri dan penduduknya mengalami kesulitan, kesengsaraan, kesempitan dan kami tidak mengadu kecuali kepada-Mu. Ya Allah tumbuhkanlah bagi kami tanaman, suburkanlah susu-sus ternak kami, turunkanlah hujan dari keberkahan langit dan tumbuhkanlah tanaman dari keberkahan bumi. Ya Allah angkatlah dari kami kesusahan, kelaparan, dan terbukanya aurat, singkapkan dari kami musibah dan tidak ada yang dapat menyingkapkannya kecuali Engkau
Ya Allah turunkanlah hujan dan tolonglah kami atas musuh. Ya Allah Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa, dan berjanji untuk mengabulkan. Dan kami telah berdoa sebagaimana engkau perintahkan, maka kabulkanlah sebagaimana Engkau telah janjikan. Ya Allah berikanlah anugerah ampunan-Mu atas kesalahan kami, dan kabulkan hujan untuk kami dan kelapangan rezeki.
Doa Ketika Hujan Telah Turun
اللّهُمَّ اجْعَلهُ صَيِّبَاً هَنِيئاً نافعاً. اللهم حوالينا ولا علينا.ويقولون: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ
Ya Allah jadikan hujan yang menyejahterakan dan bermanfaat. Ya Allah
turunkan di sekeliling kami bukan adzab bagi kami. Dan jamaah
mengucapkan:” Hujan turun dengan karunia dan rahmat Allah.
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين
OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
Nabi صلى الله عليه وسلم diantara lain sabdanya :
فقوله صلى الله عليه وسلم : من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة.
(Man salaka thariiqan yathlubu fiihi 'ilman salakallaahu bihi tharii- qan ilal jannah).
Artinya :"Barangsiapa menjalani suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke sorga".
Rabu, 26 Februari 2014
Rawatan Islam Assyifa' Untuk Semua Jenis Penyakit
Rawatan Islam Assyifa' Untuk Semua Jenis Penyakit
بسم الله الرحمن الر حيم
إن الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران – الآية: 102

Ayat Syifa & Khasiat Ayat-ayat Al Quran

Kelebihan Ayat-Ayat Ruqyah Dan Cara Menggunakannya | Sebelum ini aku ada dengar pasal kelebihan ayat Ruqyah dalam perubatan Islam, Dimana perawat akan membacakan beberapa potong ayat-ayat Al-Quran supaya pesakit dapat mendengarnya dengan khusyuk.
Bagi mereka yang ada gangguan, biasanya apabila dibacakan Al-Quran pada
telinganya, si Jin, syaitan atau iblis yang berada di dalam tubuh si
pesakit itu akan merasa panas dan lama-kelamaan dia tidak akan boleh
bertahan dengan berdiam diri.
Jadi hari ini ana nak kongsikan kepada kawan-kawan yang mungkin tidak tahu dan mungkin juga sedang mencari-cari mengenai Ayat-Ayat Ruqyah.
Apabila di baca ayat Ruqyah kepada persakit-pesakit akan
memberi tindak balas seperti akan rasa pening-pening kepala, mabuk,
muntah-muntah, menggeletar, pengsan, seram-sejuk dan berdebar-debar. Untuk
makluman, ayat-ayat Al-Quran yang biasa digunakan untuk rawatan makhluk halus
adalah lebih dikenali sebagai Ayat-ayat Ruqyah.
CARA MENGGUNAKAN MP3 RUQYAH SYAR’IYAH
- Bagi kesihatan diri dan keluarga,pasangkan cd/mp3 ini didalam rumah/premis perniagaan 3x sehari atau pasangkan dari malam sampai pagi (auto repeat).
- Bagi pesakit gangguan jin,dilarang memasangnya didalam kereta,kesannya akan mengakibatkan kita mengantuk dan mengganggu pemanduan.
- Bagi anak-anak yang menangis diwaktu malam,anda perlu pasangkan dengan kuat,insyaAllah jin/syaitan akan lari dari mengganggu anak-anak anda.
- Untuk merawat histeria,sihir,saka dan lambat jodoh,sediakan 3botol besar air mineral,buka penutupnya dan pasangkan cd/mp3 ruqyah ini 3x sebelah air tadi (kira-kira 1jam 20minit).Air tadi dibuat minum seteguk untuk 3x sehari dan lakukan hari berikutnya sehingga air tadi habis.Tiap-tiap lepas solat perlu baca ayat Kursi 3x dan surah Al-Insyirah 3x secara istiqomah.Kemudian sebelah malamnya pula,cd/mp3 ruqyah ini hendaklah dipasang dari malam sampai pagi selama sebulan.
- Bagi memulihkan rumah/premis perniagaan yang bermasalah,cuma pasangkan 3x sehari untuk 3hari berturut-turut.
- Jika kita sering mengalami masalah malas dan badan terasa berat,perdengarkan cd/mp3 ruqyah ini 3x sehari,insyaAllah kita akan cergas dan kembali bersemangat.
Urutan Ayat-Ayat Ruqyah || No; Nama Surah; Juzuk; Ayat
1 Al-Fatihah 1 Seluruhnya
2 Al-Baqarah 1 1-5
3 Al-Baqarah 1 102
4 Al-Baqarah 2 163-164
5 Al-Baqarah (Ayatul Kursi) 3 255
6 Al-Baqarah 3 285-286
7 Ali-Imran 3 18-19
8 Al-’Araf 8 54-56
9 Al-’Araf 9 117-122
10 Yunus 11 81-82
11 Toha 16 69
12 Al-Mukminun 18 115-118
13 As-Soffaat 23 1-10
14 Al-Ahqaaf 26 29-32
15 Ar-Rahman 27 33-36
16 Al-Hasyr 28 21-24
17 Al-Jin 29 1-9
18 Al-Ikhlas 30 Seluruhnya
19 Al-Falaq 30 Seluruhnya
20 An-Naas 30 Seluruhnya
2 Al-Baqarah 1 1-5
3 Al-Baqarah 1 102
4 Al-Baqarah 2 163-164
5 Al-Baqarah (Ayatul Kursi) 3 255
6 Al-Baqarah 3 285-286
7 Ali-Imran 3 18-19
8 Al-’Araf 8 54-56
9 Al-’Araf 9 117-122
10 Yunus 11 81-82
11 Toha 16 69
12 Al-Mukminun 18 115-118
13 As-Soffaat 23 1-10
14 Al-Ahqaaf 26 29-32
15 Ar-Rahman 27 33-36
16 Al-Hasyr 28 21-24
17 Al-Jin 29 1-9
18 Al-Ikhlas 30 Seluruhnya
19 Al-Falaq 30 Seluruhnya
20 An-Naas 30 Seluruhnya
Selain mengubati penyakit yang melibatkan jin dan syaitan,
amalkan memasang audio ini di rumah terutamanya jika anda baru berpindah
ataupun merasakan ada sesuatu tidak kena pada tempat tinggal anda.
Sebar-sebarkanlah perkara ini kerana mungkin ada keperluannya pada insan yang
memerlukan. InsyaAllah.
Didalam sebuah kisah, Imam Abu Qasim Qushairi ra.
berkata: "seorang di antara anakku jatuh sakit sehingga dia hampir
maut. Di waktu itu aku bermimpi bertemu Rasulullah s.a.w. Baginda
bersabda: "Mengapakah kamu tidak ambil faedah pada ayat-ayat syifa'?
Mengapa tidak kamu mengamalkan ayat-ayat itu dan memohon (kepada Allah
s.w.t.) disembuhkan?" Setelah terjaga aku mula memikirkan peristiwa itu.
Setelah diteliti (al-Quran) maka aku temui ayat-ayat itu pada ENAM
tempat, yaitu sebagai berikut:
Wa yanshurkum `alayhim wa yasyfi shuduura qawmim-mu’miniin
Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman
[At-Taubah 9: 14]
Yaa ayyuhaan-naasu qad jaa atkum maw`izhatum mir-rabbikum wa syifaa-ul-limaa fish-shuduuri wa hudaw wa rahmatul-lil mu’miniin
Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[Yunus 10: 57]
Yakhruju mim-buthuunihaa syaraabum-mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaa-ul-linnaas
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
[An-Nahl 16: 69]
Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw warahmatul-lil mu’miniin
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[Bani Israil (Al-Israa) 17: 82]
Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku
[Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ 26:80]
Qul huwa lilladziina aamanuu hudaw wasyifaa’uw-walladziina laa yu’minuun
Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman.
[Fushshilat 41:44]
Dan (Allah ) akan melegakan hati orang-orang yang beriman
[At-Taubah 9: 14]
Yaa ayyuhaan-naasu qad jaa atkum maw`izhatum mir-rabbikum wa syifaa-ul-limaa fish-shuduuri wa hudaw wa rahmatul-lil mu’miniin
Hai Manusia, sesunguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[Yunus 10: 57]
Yakhruju mim-buthuunihaa syaraabum-mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaa-ul-linnaas
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.
[An-Nahl 16: 69]
Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw warahmatul-lil mu’miniin
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
[Bani Israil (Al-Israa) 17: 82]
Wa idzaa maridhtu fahuwa yasyfiini
Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku
[Do’a Nabi Ibrahim dalam Surat Asy-Syu’raa’ 26:80]
Qul huwa lilladziina aamanuu hudaw wasyifaa’uw-walladziina laa yu’minuun
Dan katakanlah (wahai Muhammad ) bahwa (Qur’an) itu adalah petunjuk dan menyembuhkan bagi orang-orang yang beriman.
[Fushshilat 41:44]
Khasiat Ayat-ayat Al Quran
Di
dalam hadith bahawa Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah baca Al-Quran
kerana ia akan datang pada hari kiamat untuk mensyafa"ati di atas yang
sentiasa membacanya
1. Surah Al-Fatihah
-Penawar segala penyakit
-Menghilangkan kesakitan
-Penawar darah gemuruh, was-was dan lain-lain
-Pembuka Ikatan
-Penawar sakit mata
-Penawar sakit telinga
-Menghilangkan rasa lapar
-Penyembuh Luka
-Penerang hati
-Penawar Angin Ahmar, Stroke dan lain-lain
-Mendapatkan zuriat, pangkat dan lain-lain
-Segala hajat
-Penunduk orang zalim
-Sakit gigi
-Penawar Mujarab
-Pendinding
-Murah rezeki
-Selamat dalam perjalanan
-Kaya
-Kata Al-'Arif Billah Syeikh Ahmad Rifa'i
1.1Khasiat Ayat Pertama
-Ditunaikan hajat
-Sebelum tidur
-Orang zalim
-Penyembuhan
-Murah rezeki
-Penerang hati
-Selamat daripada keguguran
-Menyuburkan tanaman
-Mengumpan Ikan
-Perlindungan dan pelaris
-Doa Musafir
-Doa makan bersama orang-orang yang berpenyakit
-Penolak bala
-Doa penolak bala
1.2 Khasiat Ayat Kedua
-Pendinding
-Sakit gigi
-Pengasih
1.3 Khasiat Ayat Ketiga
-Menghadapi orang zalim
-Kerasukan
-Penawar
-Zuriat
-Penyubur Tanaman
-Pembungkam
-Lembut hati
1.4 Khasiat Ayat Keempat
-Perlindungan daripada bala, wabak dan lain-lain
1.5Khasiat Ayat Kelima
-Subur tanaman
-Menghadapi binatang liar dan orang jahat
-Temuduga, peperangan dan lain-lain
1.6Khasiat Ayat Keenam
-Orang zalim
-Lupa
1.7Khasiat Ayat Ketujuh
-Sesat
-Lapar dahaga
-Menghadapi musuh
-Penyejuk
2. Surah Al-Baqarah-Sabda Rasulullah s.a.w
2.1 Khasiat Ayat 1-5 -Penerang hati, menguatkan keyakinan
2.2 Khasiat Ayat 25 -Subur tanaman
2.3 Khasiat Ayat 70 -Mendapat yang terbaik
2.4 Khasiat Ayat 102 -Gila dan Sihir
2.5 Khasiat Ayat 125 -Bangun pada waktu yang dikehendaki
2.6 Khasiat Ayat 127 -Penawar Buasir dan menghentikan darah
2.7 Khasiat Ayat 138 -Bercelak
2.8 Khasiat Ayat 144 -Penawar Herot Muka (Stroke)
2.9 Khasiat Ayat 148 -Kecurian
2.10Khasiat Ayat 164-Menghafal
2.11Khasiat Ayat 201-Menghadapi bala. isteri solehah
2.12Khasiat Ayat 243-Menjaga makanan
2.13Khasiat Ayat 255 (Ayatul Kursi)
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Segala kebaikan
-Penawar gila
-Mimpi buruk
-Musafir
-Menghilangkan kahak
-Menghadapi kezaliman
-Penerang hati
-Doa Malaikat
-Digeruni dan Disegani
-Perlindungan dan murah rezeki
-Kota ayat Al-Kursi
-Kaya
-Menghadapi Bala dan Malapetaka
-Sabda Nabi s.a.w
-Segala hajat
-Menghapuskan rasa cinta
2.14 Khasiat Ayat 285-286 -Sabda Rasulullah s.a.w
3. Surah Ali-Imran -Sabda Rasulullah s.a.w -Mendapat zuriat
3.1 Khasiat Ayat 1-4 -Pendinding -Kebahagiaan dan segala hajat
3.2 Khasiat Ayat 8 -Husnul Khatimah
3.3 Khasiat Ayat 9 -Mengembalikan barang yang hilang
3.4 Khasiat Ayat 7-9 -Kecerdikan luar biasa
3.5 Khasiat Ayat 14 -Pengasih
3.6 Khasiat Ayat 26-27 -Luas rezeki -Karamah -Segala hajat
3.7 Khasiat Ayat 35-37 -Perlindungan kepada perempuan hamil -Pelaris
3.8 Khasiat Ayat 73-74 -Pelaris dan meminang
3.9 Khasiat Ayat 83 -Menghadapi binatang buas, liar dan orang zalim
3.10Khasiat Ayat 103-104 -Pengasih dan Pelembut Hati
3.11Khasiat Ayat 111-112 -Menghadapi musuh
3.12Khasiat Ayat 134-136 -Pelindung dari kejahatan
3.13 Khasiat Ayat 144 -Menghentikan darah
3.14 Khasiat Ayat 146-148 -Menghilangkan kesedihan ketika menghadapi musibah
3.15 Khasiat Ayat 169-171 -Penerang hati dan mendapat taufiq
3.16 Khasiat Ayat 173-174 -Menghadapi musuh -Pengasih
3.17 Khasiat Ayat 190-194 -Teguh Iman -Qiamullail
3.18 Khasiat Ayat 200 -Isteri derhaka, anak degil, binatang liar
4. Surah An-Nisa' -Faedah Umum Surah An-Nisa'
4.1 Khasiat Ayat 75 -Perlindungan dari kejahatan
4.2 Khasiat Ayat 148-149-Terjaga dari diumpat dan dikeji
4.3 Khasiat Ayat 174-175-Menang berhujah
5. Surah Al-Maidah -Aman dari kecurian -Hilang dahaga
5.1 Khasiat Ayat 7 -Penawar was-was
5.2 Khasiat Akhir Ayat 18 dan Ayat 20-21 -Menjadi seorang yang penyabar dan Qana'ah
5.3 Khasiat Ayat 63 -Membubarkan perhimpunan maksiat
5.4 Khasiat Ayat 89-101 -Penawar berdusta
5.5 Khasiat Ayat 112-114 -Murah rezeki dan pelbagai hajat
6. Surah Al-An'am -Perlindungan
6.1 Khasiat Ayat 1-3 -Penawar pelbagai jenis penyakit
6.2 Khasiat Ayat 13 -Penawar sakit / pening kepala
6.3 Khasiat Ayat 17-18 -Penawar sakit dada -Dukacita, kecewa
6.4 Khasiat Ayat 59 -Menghadapi masalah
6.5 Khasiat Ayat 63-64 -Ombak besar, angin kencang
6.6 Khasiat Ayat 75-79 -Fasih berpidato
6.7 Khasiat Ayat 95 -Subur tanaman
6.8 Khasiat Ayat 96-97 -Belayar dengan selamat
6.9 Khasiat Ayat 99 -Perigi yang berkat
6.10 Khasiat Ayat 103 -Meredakan angin ribut taufan -selusuh
6.11 Khasiat Ayat 122 -Pengasih dan pendamai -Pembungkam Ular
6.12 Khasiat Ayat 141 -Subur tanaman -Pelindung haiwan
6.13 Khasiat Ayat 160-162
-Selamat dari penipuan
-Penawar penyakit dalaman
-Penawar sakit mata
7. Surah Al-A'raf
7.1 Khasiat Ayat 1-3 -Akhlak yang baik
7.2 Khasiat Ayat 10 -Rezeki yang melimpah
7.3 Khasiat Ayat 26 -Mendapat taufiq
7.4 Khasiat Ayat 31 -Aman dari sihir
7.5 Khasiat Ayat 43 -Kasih sayang
7.6 Khasiat Ayat 47 -Aman dari kezaliman
7.7 Khasiat Ayat 54-56 -Aman dari sihir dan makhluk halus
7.8 Khasiat Ayat 97-99 -Terpelihara daripada serangga perosak
7.9 Khasiat Ayat 154 -Menghilangkan kemarahan
7.10 Khasiat Ayat 171 -Menghafal Ilmu
7.11 Khasiat Ayat 200-201-Menghilangkan was-was
8. Surah Al-Anfal
8.1 Khasiat Ayat 2 -Lembut hati
8.2 Khasiat Ayat 10 -Ketenangan dan kemenangan
8.3 Khasiat Ayat 62 -Hebat dan pengasih
8.4 Khasiat Ayat 66 -Berjaya dalam semua lapangan hidup
9. Surah At-Taubah2 -Mencapai hakikat Iman
-Perlindungan dari kecurian
9.1 Khasiat Ayat 32-33 -Penunduk
9.2 Khasiat Ayat 46 -Mengembalikan barang yang hilang
9.3 Khasiat Ayat 51 -Menghadapi bala
9.4 Khasiat Ayat 111 -Pelaris
9.5 Khasiat Ayat 128-129-Husnul Khatimah
10. Surah Saidina Yunus a.s
10.1 Khasiat Ayat 1-3 -Pangkat yang tinggi
10.2 Khasiat Ayat 12 -Minyak urut
10.3 Khasiat Ayat 31 -Selusuh, sakit telinga, murah rezeki
10.4 Khasiat Ayat 57-58 -Darah gemuruh
10.5 Khasiat Ayat 64 -Terhindar dari mimpi buruk
10.6 Khasiat Ayat 80-81 -Membatalkan sihir
11. Surah Saidina Hud a.s-Mendapat kehebatan, ketenangan dan ketenteraman
-Hati yang cekal
11.1 Khasiat Ayat 1-4 -Penerang hati
11.2 Khasiat Ayat 41 -Aman dari karam dan ribut taufan
11.3Khasiat Ayat 56 -Penunduk
-Menghadapi masalah
-Terpelihara dari wabak penyakit
11.4 Khasiat Ayat 112-113-Ketetapan hati
12. Surah Saidina Yusuf a.s -Murah rezeki, pangkat tinggi
12.1 Khasiat Ayat 54-56 -Mendapat kerja
12.2Khasiat Akhir Ayat 64 -Pendinding dan kebahagiaan hidup
12.3 Khasiat Akhir Ayat 68 -Temuduga
12.4 Khasiat Akhir Ayat 99-100 -Menghadapi kesusahan
12.5 Khasiat Ayat 101 -Anak soleh
13. Surah Ar-Ra'd -Pemerintah zalim -Membubar maksiat
13.1 Khasiat Ayat 1-3 -Tumpuan ramai
13.2 Khasiat Ayat 13 -Aman dari petir
13.3 Khasiat Ayat 17-18 -Impian menjadi kenyataan
13.4 Khasiat Ayat 18-25 -Membinasakan orang zalim
13.5 Khasiat Ayat 28 -Penawar sakit jantung
14. Surah Saidina Ibrahim a.s -Penawar kanak-kanak
14.1 Khasiat Ayat 1-4 -Kecerdikan dan kefasihan
14.2 Khasiat Ayat 12 -Penawar hati
-Mengubati orang yang disihir
-Aman dari gangguan nyamuk
14.3Khasiat Ayat 17 -Selusuh
14.4Khasiat Ayat 19-20 -Penawar was-was
14.5 Khasiat Ayat 24 -Berkat tanaman
14.6 Khasiat Ayat 27 -Istiqamah dalam ibadah
14.7 Khasiat Ayat 32-34 -Murah rezeki -Anak yang baik
15. Surah Al-Hijr -Susu ibu yang berkat -Pelaris
15.1 Khasiat ayat 9
-Perlindungan dari segala bala
-Pelaris perniagaan
15.2 Khasiat ayat 16-17 -Mendapat pangkat yang tinggi disisi raja-raja
16. Surah An-Nahl
-Terpelihara dari musuh tanaman
-Membinasakan orang zalim
16.1 Khasiat ayat 1 -Penawar gelojoh, gopoh-gapah
16.2 Khasiat ayat 14 -Amalan para nelayan
16.3 Khasiat ayat 91 -Mungkir janji
16.4 Khasiat ayat 108 -Perlindungan dari diejek
16.5Khasiat ayat 126-128-Kandungan selamat
17. Surah Al-Isra'
-Supaya tembakan tepat
-Supaya fasih bercakap
-Gagap
17.1Khasiat ayat 23-24 -Supaya menjadi anak soleh
17.2Khasiat ayat 45-46 -Terpelihara dari gangguan jin
17.3Khasiat ayat 80 -Kemuliaan, menghadapi temuduga
17.4Khasiat ayat 82 -Penawar penyakit zahir dan batin
17.5Khasiat ayat 105-106-Menghilangkan was-was dan khayalan-khayalan yang karut
17.6Khasiat ayat 110 -Supaya rajin solat dan beribadah
17.7 Khasiat ayat 111 -Kegembiraan dan keamanan
18. Surah Al-Kahfi
-Bersyukur dan murah rezeki
-Perlindungan dan keberkatan
18.1 Khasiat ayat 1-5 -Rumah yang makmur lagi berkat
18.2Khasiat ayat 10 -Soleh dan taat beribadah
18.3Khasiat ayat 11 dan ayat 18 -Supaya tidur lena
18.4Khasiat ayat 39 -Murah rezeki, perlindungan, mendapat segala hajat
18.5Khasiat ayat 82 -Untuk mengetahui benda-benda yang tersembunyi
18.6Khasiat ayat 107-110-Untuk mengetahui berita orang yang hilang
-Penggerak tidur
19. Surah Saidatina Maryam a.s
-Kebaikan, keberkatan dan keamanan
19.1 Khasiat ayat 1
-Menghilangkan dukacita
-Aman dari kezaliman
19.2 Khasiat ayat 5-15 -Mendapatkan zuriat
19.3Khasiat ayat 25-26 -Subur tanaman
19.4Khasiat ayat 56-57 -Pangkat dan pengasih
19.5Khasiat ayat 83 -Membinasakan orang zalim
20. Surah Toha -Pinangan tidak ditolak -Bertemu jodoh
20.1 Khasiat ayat 1-8 -Pengasih
20.2 Khasiat ayat 25-28 -Kecerdikan luar biasa
20.3Khasiat ayat 105-107 -Ubat jerawat. bisul dan lain-lain
20.4Khasiat ayat 108-112 -Kanak-kanak menangis -Penunduk
20.5Khasiat ayat 131-132 -1001 hajat
21. Surah Al-Anbiya' -Penawar ketakutan
21.1Khasiat ayat 25-29 -Membinasakan orang-orang zalim
21.2Khasiat ayat 30 -Selusuh
21.3Khasiat ayat 69 -Memadamkan kepanasan
21.4Khasiat ayat 79 -Penerang hati
21.5Khasiat ayat 83 -Penyembuhan dan kebahagiaan
21.6Khasiat ayat 87 -Segala hajat
21.7Khasiat ayat 89 -Zuriat yang soleh
21.8Khasiat ayat 91-93 -Melindungi bayi dalam kandungan
21.9 Khasiat ayat 96 -Kemenangan
22. Surah Al-Hajj -Membinasakan musuh
22.1 Khasiat ayat 27 -Pengasih
22.2 Khasiat ayat 73-74 -Melemahkan musuh
23. Surah Al-Mu'minun -Taufiq untuk bertambat
23.1 Khasiat ayat 12-14 -Pengasih dan zuriat
23.2 Khasiat ayat 28-29 -Aman dari segala bala dan murah rezeki
23.3 Khasiat ayat 63-65 -Membinasakan orang yang zalim
23.4 Khasiat ayat 97-98 -Penawar was-was
23.5 Khasiat ayat 115 -Penawar kerasukan
24. Surah An-Nur -Menghindari mimpi buruk dan mengurangkan nafsu syahwat
24.1 Khasiat ayat 16-18 -Penawar penyakit mazmumah
24.2 Khasiat ayat 33-34 -Penawar zina
24.3 Khasiat ayat 35 -Pengasih, murah rezeki, penyembuhan dan lain-lain.
24.4 Khasiat ayat 40 -Aman dari gangguan binatang buas dan orang zalim.
25. Surah Al-Furqan
-Selawat dari gangguan binatang yang buas dan berbisa.
-Penawar sakit gusi.
25.1 Khasiat ayat 45-46 -Sakit gusi
25.2 Khasiat ayat 48-49 -Subur tanaman
26. Surah Asy-Syu'ara'
26.1 Khasiat ayat 10 -Menghilangkan ketakutan
26.2 Khasiat ayat 78-79 -Menghilangkan keletihan.
26.3 Khasiat ayat 130 -Penawar bias
26.4 Khasiat ayat 192-199-Harta karun
27. Surah An-Naml
-Nikmat Allah.
-Pemeliharaan dari segala jenis haiwan berbisa.
27.1 Khasiat ayat 10 -Menghilangkan ketakutan
27.2 Khasiat ayat 15-19 -Menguasai ilmu hikmat
27.3 Khasiat ayat 30-31 -Penunduk
27.4 Khasiat ayat 59-64 -Negeri yang aman makmur
27.5 Khasiat ayat 93 -Membezakan yang palsu
28. Surah Al-Qasas -Pekerja patuh dan berdisiplin
28.1 Khasiat ayat 22-28 -Selamat dari rompakan
-Penawar besar
28.2 Khasiat ayat 51-55 -Penerang hati dan keyakinan yang tinggi
28.3 Khasiat ayat 68-70 -Selamat dari hukuman yang zalim
28.4 Khasiat ayat 85 -Selamat dalam perjalanan
29. Surah Al-Ankabut -Penawar demam, malas dan lain-lain
29.1 Khasiat ayat 46 -Mengubati sihir
30. Surah Ar-Rum -Membinasakan orang zalim
30.1 Khasiat ayat 17 -Diampunkan dosa
31. Surah Saidina Luqman
-Sakit perut
-Tenggelam dan karam
31.1 Khasiat ayat 16 -Mengembalikan yang hilang
31.2 Khasiat ayat 31 -Selamat dari banjir
31.3 Khasiat ayat 27-28 -Kecerdikan dan kefasihan
32. Surah As-Sajdah
32.1 Khasiat ayat 79 -Anak menjadi soleh dan taat
33. Surah Al-Ahzab -Pengasih umum
33.1 Khasiat ayat 25 -Tidak lari
33.2 Khasiat ayat 45-48 -Ditunaikan hajat
33.3 Khasiat ayat 56 -Tidur lena
33.4 Khasiat ayat 60-66 -Musuh dibinasakan
33.5 Khasiat ayat 69 -Pengasih besar
34. Surah Saba' -Pendinding
34.1 Khasiat ayat 39 -Rezeki yang luas
34.2 Khasiat ayat 49-50 -Membinasakan musuh
35. Surah Fathir -Aman dari kecurian dan gangguan jin
35.1 Khasiat ayat 2 -Murah rezeki
35.2 Khasiat ayat 16-17 -Penawar was-was
35.3 Khasiat ayat 29-30 -Pelaris dan berkat
36. Surah Yasin -Air Yaasin
-Ingatan yang kuat
-Keberkatan
-Ditunaikan segala hajat
36.1 Khasiat ayat 9 -Supaya musuh terkepung
36.2 Khasiat ayat 12 -Kecerdikan
36.3 Khasiat ayat 29 -Menghadapi musuh
36.4 Khasiat ayat 33 -Berkat dan subur
36.5 Khasiat ayat 53 -Menghadirkan jin
36.6 Khasiat ayat 58 -Menolak bala
-Musafir
-Menghadapi wabak
36.7 Khasiat ayat 78-79 -Penawar patah
37. Surah As-Saffat
-Terkejut dan takut
-Pendinding rumah
37.1 Khasiat ayat 1-10
-Menghadirkan raja jin
-Mengusir jin
37.2 Khasiat ayat 79 -Ular
37.3 Khasiat ayat 180 -Penutup amalan atau majlis
38. Surah Shad
38.1 Khasiat ayat 42 -Telaga yang berkat
38.2 Khasiat ayat 54 -Makanan tidak berkurangan
39. Surah Az-Zumar -Kebaikan dan kesolehan
39.1 Khasiat ayat 67 -Terpelihara dari karam dan tenggelam
39.2 Khasiat ayat 68-69 -Menghinakan musuh
40. Surah Ghafir -Pelaris
-Penawar penyakit dalaman
40.1 Khasiat ayat 12-17 -Buka rahsia
40.2 Khasiat ayat 44 -Menghadapi orang zalim atau penawar sakit mata
41. Surah Fussilat
-Penawar sakit mata
-Kehilangan
41.1 Khasiat ayat 11 -Hasil yang memuaskan
41.2 Khasiat ayat 36 -Terhindar dari kebimbangan dan was-was
41.3 Khasiat ayat 53-54 -Melihat melalui mimpi atau menyiksa melalui mimpi
42. Surah Asy-Syura
-Pendinding
-Tidak dahaga
42.1 Khasiat ayat 1-2 -Pendinding jasmani dan rohani
42.2 Khasiat ayat 12-15 -Mengesan bahan galian
42.3 Khasiat ayat 15 -Menghadapi musuh
42.4 Khasiat ayat 19 -Hajat dan rezeki
42.5 Khasiat ayat 52-53 -Penerang hati dan kuat ibadat
43. Surah Az-Zukhruf
-Mimpi baik
-Pelaris dan penawar
43.1 Khasiat ayat 9-14 -Kandungan sihat dan selamat
-Sesat jalan
-Penyelesaian apa-apa masalah
-Pendamai suami isteri
-Doa kenderaan
43.2 Khasiat ayat 68-73 -Menghadapi kesusahan
44. Surah Ad-Dukhan -Aman dari segala gangguan
44.1 Khasiat ayat 1-8 -Membinasakan musuh
44.2 Khasiat ayat 12 -Ditimpa bala
44.3 Khasiat ayat 68-73 -Menang berhujah
45. Surah Al-Jasiah -Selamat dari umpatan
-Bayi yang dilindungi
45.1 Khasiat ayat 1-4 -Pelaris
45.2 Khasiat ayat 7-10 -Penunduk
45.3 Khasiat ayat 12-13 -Menarik perhatian
46. Surah Al-Ahqaf -Dikasihi dan disegani
46.1 Khasiat ayat 15 -Nikmat yang kekal
46.2 Khasiat ayat 21-25 -Membinasakan musuh
46.3 Khasiat ayat 29-30 -menghadirkan jin
47. Surah Saidina Muhammad s.a.w
-Minum air sungai syurga
-Patuh dan taat
-Penawar segala penyakit
47.1 Khasiat ayat 8-9 -Mengalahkan musuh
47.2 Khasiat ayat 34-35 -Beroleh kemenangan
48. Surah Al-Fath
-Rezeki yang luas
-Terpelihara dari segala bahaya
48.1 Khasiat ayat 1-4 -Kehebatan dan kemenangan
48.2 Khasiat ayat 29 -Kekayaan, kekuatan dan keberkatan
49. Surah Al-Hujurat -Kerasukan
-Ibu dan anak dalam kandungan
50. Surah Qaaf -Sakit perut, tumbuh gigi
-Nazak
50.1 Khasiat ayat 1-11 -Tanaman subur
50.2 Khasiat ayat 21-22 -Penawar sakit mata
51. Surah Az-Zariyat -Nazak
51.1 Khasiat ayat 22 -Murah rezeki
52. Surah At-Thur
-Terpenjara
-Musafir
-Kala Jengking
53. Surah An-Najm -Menjadi berani
53.1 Khasiat ayat 1-18 -Penawar was-was
53.2 Khasiat ayat 57-62 -Budak menangis
-Tolak bala
54. Surah Al-Qamar
-Dihormati dan kehebatan
-Selamat dari karam
55. Surah Ar-Rahman
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penawar sakit mata, limpa
-Terpelihara dari anai-anai, semut dan lain-lain
55.1 Khasiat ayat 33-35 -Pendinding, penawar gila dan penyakit-penyakit mata
56. Surah Al-Waqiah
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Menjadi kaya raya
-Keluar roh dengan mudah
-Selusuh
57. Surah Al-Hadid
-Selamat dari senjata
-Demam panas, bengkak-bengkak
57.1 Khasiat ayat 2-Penawar was-was, pendinding rumah
57.2 Khasiat ayat 25-Perompak dan musuh
58. Surah Al-Mujadalah
-Meredakan kesakitan
-Kecurian dan rompakan
-Tanaman subur
58.1 Khasiat ayat 21-Kehebatan dan kemenangan
59. Surah Al-Hasyr -Kata Imam al-Ghazali r.a
-Segala hajat
59.1 Khasiat ayat 21-24 -Membakar jin
60. Surah Al-Mumtahanah-Penawar sakit limpa, perut
61. Surah Ash-Shaf -Musafir dan kecurian
61.1 Khasiat ayat 8-13 -Pengasih
62. Surah Al-Jumu'ah -Terpelihara dari gangguan jin
62.1 Khasiat ayat 4 -Harta diberkati
62.2 Khasiat ayat 9-11 -Khadam beredar
63. Surah Al-Munafiquun -Mengurangkan sifat mazmumah
63.1 Khasiat Ayat 4 -Musuh insaf
64. Surah At-Taghabun -Rumah berkat, menghadapi kezaliman
65. Surah Ath-Thalaq -Pecah-belah
65.1 Khasiat ayat 7 -Susah rezeki
66. Surah At-Tahrim -Insomnia
-Melepaskan hutang piutang
-Penyembuhan
67. Surah Al-Mulk
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Roh keluar
-Hadiah sejati
-Kehebatan dan ketinggian pangkat
-Sakit mata
67.1 Khasiat ayat 4 -Menangkis khianat
67.2 Khasiat ayat 23 -Sakit gusi
68. Surah Al-Qalam
-Kemiskinan
-Sakit gigi
-Penyakit lama
69. Surah Al-Haqqah
-Wanita hamil
-Pendinding bayi
70. Surah Al-Ma'arij -Mimpi buruk
71. Surah Saidina Nuh a.s
-Tempatnya syurga
-Mudah urusan
-Menemui orang zalim
72. Surah Al-Jin
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Jin takut
-Kecurian
-Kezaliman pembesar
-Bebas dari penjara
73. Surah Al-Muzammil
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Luas rezeki
-Berjumpa Rasulullah s.a.w
-Kaya-raya
74. Surah Al-Muddatsir
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Mudah hafal Quran
75. Surah Al-Qiamah
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Wara' dan soleh
76. Surah Al-Insan
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Terang hati
-Pandai membaca
-Pendinding dari bala
76.1 Khasiat ayat 1-2-Pengasih
77. Surah Al-Mursalat
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penyakit kulit
-Pemerintah yang ditaati
78. Surah An-Naba'
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Selamat dalam perjalanan
-Mengurangkan tidur
-Kekuatan zahir dan batin
79. Surah An-Nazi'at
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Kejahatan musuh
-Mati pucuk
80. Surah 'Abasa
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Mendapat kebaikan
-Ditutup keaiban
81. Surah At-Takwir
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Pohon hajat
-Mata terang
-Barang sihir
-Perigi berkah
82. Surah Al-Infithaar
-Terkurung, terpenjara
-Menakutkan musuh
-Penawar demam
83. Surah Al-Muthaffifin-Barangan dan tanaman terpelihara
84. Surah Al-Insyiqaq
-Selusuh
-Penawar umum
85. Surah Al-Buruj
-Melepaskan susu
-Penyakit bisul
85.1 Khasiat ayat 20 -Mengelak kemalangan
86. Surah At-Thariq
-Keracunan
-Mimpi buruk
86.1 Khasiat ayat 1-7 -Sakit pinggang
87. Surah Al-A'la
-Penawar, pendinding, penerang hati
-Buasir
87.1 Khasiat ayat 1-5 -Berhenti darah
88. Surah Al-Ghasyiah -Keracunan
89. Surah Al-Fajr -Ketakutan, zuriat yang soleh
90. Surah Al-Balad -Pendinding bayi
-Wang yang banyak
90.1 Khasiat ayat 1-10 -Kemuliaan dan kehebatan
91. Surah Asy-Syams -Hilang ketakutan
-Televisyen rohani
92. Surah Al-Lail
-Mimpi buruk
-Pengsan
-Demam panas
93. Surah Ad-Dhuha
-Kota besi
-Barang hilang
-Guru ghaib
94. Surah Asy-Syarh
-Batu karang
-Kekayaan dan kebahagiaan
-Segala hajat
-Perkara ajaib
-Kuat daya ingatan
-Kefakiran
95. Surah At-Tiin
-Selamat dan berkat
-Tanaman subur
96. Surah Al-'Alaq -Aman dalam musafir
96.1Khasiat ayat 1-5 -Kecerdikan luar biasa
97. Surah Al-Qadr
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Mengelakkan zina
-Daki bukit
-Bercakap bohong
-Cahaya zahir batin
-Tunai hajat, murah rezeki
-Musyahadah wajah Rasulullah
-Pakaian berkat
-Teman si mayat
98. Surah Al-Bayyinah
-Penyakit kuning, bengkak-bengkak
-Wanita hamil
-Penyakit berjangkit
99. Surah Al-Zalzalah
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penyakit kuning
-Penggerak tidur
-Kekayaan duniawi
100. Surah Al-'Adiyat -Kebaikan dan rezeki yang melimpah
101. Surah Al-Qari'ah -Rezeki dan penyembuhan
102. Surah At-Takasur
-Pahala besar
-Sakit kepala
-Orang kaya
-Penawar mujarab
103. Surah Al-'Asr -Demam panas dan pendinding
104. Surah Al-Humazah
-Sihir
-Rezeki dan harta
105. Surah Al-Fil
-Melumpuhkan musuh
-Senjata perang
-Pendinding ma'nawi
106. Surah Quraisy
-Racun
-Was-was
-Penawar penyakit buah pinggang
-hebat
107. Surah Al-Ma'un
-Aman dari segala bala
-Perkenan hajat
108. Surah Al-Kautsar
-Air sungai syurga
-Lembut hati
-Berkat
-Mata yang sihat
-Sihir
-Sifat keji
-Penjara
-Kemenangan
-Dikurniakan hajat
-Berjumpa Rasulullah melalui mimpi
-Penyakit kulit
109. Surah Al-Kafirun
-Syirik
-Segala hajat
-Pengasih
110. Surah An-Nasr
-Menjaga solat
-Nelayan
-Alatulis ujian peperiksaan
111. Surah Al-Masad
-Binasa orang zalim
-Mengurangkan kesakitan
-Aman dari segala bala
112. Surah Al-Ikhlas
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Kepapaan
-Solat hajat
-Penawar
-Fitnah kubur
-Amalan Rasul
-Amalan hari Jumaat
-Keikhlasan
113. Surah Al-Falaq
114. Surah An-Nas
-Sabda Rasulullah s.a.w
-Penawar sengatan
-Penawar Sihir
-Pemerintah yang zalim
-Sesat jalan
-Pengasih
Rawatan Islam ASSyifa'Al fadhi Ustaz Muhamad Najib
jenis Rawatan:terkena
sikhir,santau ,rumah seram berhantu,membuang saka dan lain lain hubungi
talian 012 6172673 untuk temu janji.
Nabi صلى الله عليه وسلم diantara lain sabdanya :
فقوله صلى الله عليه وسلم : من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة.
(Man salaka thariiqan yathlubu fiihi 'ilman salakallaahu bihi tharii- qan ilal jannah).
Artinya :"Barangsiapa menjalani suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke sorga".
Rawatan ASSyifa'Demam Panas
Rawatan Assyifa'Demam Panas
بسم الله الرحمن الر حيم
إن
الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات
أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا
الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران
– الآية: 102

Demam Panas
Malik bin Isma’il menceritakan kepada kami, (ia berkata) Zuhair menceritakan kepada kami, (ia berkata) Hisyam menceritakan kepada kami (yang diterima) daripada Urwah (yang berasal) dari ‘Aisyah r.a. (yang diterima) dari Nabi s.a.w. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Demam panas adalah dari serpihan api neraka Jahannam, maka dinginkanlah dengan air.”(sahih al-Bukhari, no. 3023)
Dalam dunia perubatan, salah satu cara untuk mengurangi rasa panas badan adalah dengan meletakkan air @ ais di bahagian dahi @ kepala. Sehingga suhu tubuh yang belebihan boleh berkurang dan kembali pada keadaan yang normal.
Hadith lain berkaitan dengan deman atau penyakit, antaranya ialah;
“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”.
(HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).
“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, kerana sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”.
(HR. Muslim no. 2575).
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”.
(HR. Bukhari no. 5641).
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”.
(HR. Muslim no. 2573).
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”.
(HR. Muslim no. 2572).
Walaupun demikan, seorang mukmin mestilah berikhtiar untuk mengubatinya. Ini adalah kerana Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan ubatnya”.
(HR. Bukhari no. 5678).
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan ubatnya, maka berubatlah dan janganlah berubat dengan yang haram”.
(HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadith ash- Shohihah no. 1633).
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada apa-apa yang haram”.
(HR. Abu Ya’la dan Ibnu Hibban no. 1397. Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 1172).
Disebalik derita atau sakit pasti terdapat hikmah disebaliknya. Antaranya ia dapat menyedarkan manusia yang sedang lalai dengan nikmat sihat yang diperolehinya yang mungkin jarang sekali disyukuri nikmat yang diperolehinya itu. Ini kerana jika Allah menguji seseorang hambaNya barulah ia merasa dirinya kerdil, lemah, serba kekurangan, hina dan teringat akan dosa-dosa yang telah dilakukannya sehinggalah ia kembali kepada Allah S.W.T. dan memohon ampunan dariNya.
Sesungguhnya, sakit atau musibah merupakan pintu kesedaran seorang hamba bahawa ia memerlukan Allah S.W.T. Tidak sedetik pun ia tidak memerlukanNya dan perlu selalu bergantung kepadaNya. Marilah sama-sama istighfar di atas apa yang telah dilakukan sepanjang nyawa dikandung badan. Moga-moga setiap amalan yang kita dilakukan diterima olah Allah S.W.T.
Sedang Engkaulah sahaja yang lebih mengasihani daripada segala yang mengasihani..
Pengalaman ibubapa mungkin tidak sama antara satu sama lain.Namun begitu dalam bidang pengubatan Islam, terdapat cara yang boleh kita amalkan serta ikhtiarkan untuk merawat penyakit demam panas ini seperti berikut :-
DOA YANG DIBACA
1. Al-Fatihah
2. Selawat Syifa'
3. Ayat 21 hingga 24 surah al-Hasyr
4. Doa demam panas ,
"Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, Dengan nama Allah Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah daripada kejahatan peluh yang mendidihkan darah dan kejahatan kepanasan neraka"
KAEDAH RAWATAN
Bacakan
kesemua doa dan ayat di atas, kemudian dihembuskan atas segelas/sebotol
air dan diberi minum kepada pesakit. Pesakit juga boleh dilapkan dengan
sebahagian air ini.dengan izin Aallah Insya Allah Sembuh,semoga bermanfaat untuk di amalkan bersama amon.......
Rawatan ASSyifa'Al fadhi Ustaz Muhamad Najib
jenis Rawatan:terkena sikhir,santau ,rumah seram berhantu,membuang saka dan lain lain hubungi talian 012 6172673 untuk temu janji.
Nabi صلى الله عليه وسلم diantara lain sabdanya :
فقوله صلى الله عليه وسلم : من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة.
(Man salaka thariiqan yathlubu fiihi 'ilman salakallaahu bihi tharii- qan ilal jannah).
Artinya :"Barangsiapa menjalani suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke sorga".
Jumaat, 21 Februari 2014
Cara mengqodho' sholat dan ketentuan-ketentuan hukumnya
بسم الله الرحمن الر حيم
إن
الحمد لله نحمده تعالى ونستعينه ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات
أعمالنا ، من يهديه الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ، واشهد أن لا إله إلا
الله وحده لا شريك له ، واشهد أن محمد عبده ورسوله
{يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون} سورة: آل عمران
– الآية: 102

OLEH:AL FADHIL USTAZ MUHAMAD NAJIB SANURI
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du
Diantara amalan yang tingkat kewajibannya sangat kuat adalah shalat. Karena itu, shalat hukumnya wajib dikerjakan oleh semua orang yang telah baligh, selagi dia masih berakal. Namun sayang, perhatian kaum muslimin terhadap shalatnya, tidak sekuat tingkat kewajibannya. Ada diantara mereka yang meninggalkan sama sekali, ada yang bolong-bolong, ada yang suka telat, hingga ada yang sengaja telat. Jika sudah telat, dia mulai resah, bagaimana cara mengqadha’nya.
Ada beberapa catatan penting terkait dengan qadha shalat:
Pertama, shalat adalah kewajiban yang dibatasi waktunya
Allah berfirman,
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat merupakan kewajiban bagi orang beriman yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).Ada batas awal dan ada batas akhir untuk shalat wajib. Orang yang mengerjakan shalat setelah batas akhir statusnya batal, sebagaimana orang yang mengerjakan shalat sebelum masuk waktu, juga batal. Dengan demikian, hukum asal shalat, harus dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan. Dan tidak boleh keluar dari hukum asal ini, kecuali karena ada sebab yang diizinkan oleh syariat, seperti alasan bolehnya menjamak shalat.
Kedua, pelaksanaan shalat wajib ada 4 bentuk: ada’, qadha, I’adah, dan dijamak.
1. Ada’ [arab: أداء] : melaksanakan shalat pada waktu yang telah ditentukan. Inilah cara mengerjakan shalat dalam kondisi normal, sebagaimana jadwal shalat yang telah dimaklumi bersama.
2. Qadha [arab: قضاء] : melaksanakan shalat setelah batas waktu yang ditetapkan. Ini hanya boleh dikerjakan dalam kondisi tertentu, yang nanti akan dibahas.
3. I’adah [arab: إعادةُ] : Mengulangi shalat wajib, karena shalat sebelumnya dinilai batal dengan sebab tertentu, namun masih dalam rentang waktu shalat. Misal, orang shalat dzuhur tanpa bersuci karena lupa, kemudian dia mengulangi shalat tersebut sebelum waktu dzuhur selesai.
4. Jamak : melaksanakan shalat yang digabungkan dengan shalat sebelumnya atau sesudahnya. Jamak hanya boleh dilakukan dengan syarat dan ketentuan tertentu, sebagaimana yang pernah dibahas
Ketiga, orang yang telat dalam mengerjakan shalat ada 2:
a. Telat mengerjakan shalat di luar kesengajaan.
Seperti ketiduran, atau kelupaan, kemudian baru sadar setelah waktu shalat selesai. Dalam kondisi ini, dia diwajibkan untuk segera melaksanakan shalat setelah sadar. Dalil ketentuan ini adalah hadis dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا
“Barang siapa yang kelupaan shalat atau tertidur sehingga
terlewat waktu shalat maka penebusnya adalah dia segera shalat ketika ia
ingat.” (HR. Bukhari dan Muslim).Disebutkan dalam hadis yang lain bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan suatu perjalanan bersama para shahabat. Di malam harinya, mereka singgah di sebuah tempat untuk beristirahat. Namun mereka kesiangan dan yang pertama bangun adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sinar matahari.
Kemudian, beliau berwudhu dan beliau memerintahkan agar azan dikumandangkan. Lalu, beliau melaksanakan shalat qabliyah subuh, kemudian beliau perintahkan agar seseorang beriqamah, dan beliau melaksanakan shalat subuh berjemaah. Para sahabatpun saling berbisik, ‘Apa penebus untuk kesalahan yang kita lakukan karena telat shalat?’ Mendengar komentar mereka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَمَا إِنَّهُ لَيْسَ فِيَّ النَّوْمِ تَفْرِيطٌ، إِنَّمَا
التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ
الصَّلَاةَ الْأُخْرَى، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ
يَنْتَبِهُ لَهَا
“Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan shalat.
Yang disebut menyia-nyiakan shalat adalah mereka yang menunda shalat,
hingga masuk waktu shalat berikutnya. Siapa yang ketiduran hingg telat
shalat maka hendaknya dia laksanakan ketika bangun…” (HR. Muslim)Namun perlu diingat, makna hadis ini tidak berlaku untuk orang yang sengaja tidur ketika datang waktu shalat, dan tidak bangun sampai waktu shalat selesai. Kemudian dia beralasan ketiduran, padahal tidak ada usaha darinya untuk bangun ketika waktu shalat.
b. Telat mengerjakan shalat dengan kesengajaan
Orang yang sengaja menunda shalat, hingga keluar waktu shalat, telah melanggar dosa yang sangat besar. Sampai sebagian ulama memvonis perbuatan semacam ini sebagai tindakan kekafiran. Ini menunjukkan bahwa sengaja menunda waktu shalat sampai keluar waktu, statusnya dosa yang sangat besar. Dan dia wajib untuk sungguh-sungguh bertaubat.
Apakah orang ini wajib qadha?
Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Mayoritas ulama berpendapat, dia tetap wajib mengqadha shalatnya dan dia berdosa karena perbuatannya, selama belum sungguh-sungguh bertaubat. Sementara pendapat yang dikuatkan syaikhul islam, qadha shalat yang dia kerjakan tidak sah, karena berarti dia melaksanakan shalat di luar waktu tanpa udzur (alasan) yang dibolehkan. Syaikhul Islam mengatakan,
وتارك الصلاة عمدا لا يشرع له قضاؤها ، ولا تصح منه ، بل يكثر من التطوع ، وهو قول طائفة من السلف
“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, tidak disyariatkan
meng-qadhanya. Dan jika dilakukan, shalat qadhanya tidak sah. Namun yang
dia lakukan adalah memperbanyak shalat sunah. Ini meruapakan pendapat
sebagian ulama masa silam.” (Al-ikhtiyarot, hlm. 34).Keempat, bolehkah melakukan qadha shalat di waktu terlarang
Ada beberapa waktu yang terlarang untuk shalat, diantaranya: ketika matahari terbit, atau matahari tenggelam. Ketika ada orang yang ketiduran shalat subuh dan baru bangun ketika matahari terbit, atau ketiduran shalat asar, dan baru bangun ketika matahari terbenam, bolehkah dia mengqadha?
Dalam fatwa islam dinyatakan,
فإن حصل للمسلم عذر كالنوم والنسيان ولم يتمكن من فعل
الصلاة في وقتها ، فإنه يجب عليه إذا زال العذر أن يقضي الصلاة ، ولو كان
ذلك في وقت من أوقات النهي . وهو قول جمهور العلماء . انظر : المغني
(2/515)
Jika seorang muslim memiliki udzur, seperti ketiduran atau kelupaan,
sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan shalat pada waktunya, maka
wajib baginya untuk mengqadha shalat ketika sudah sadar, meskipun di
waktu yang terlarang. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Simak
Al-Mughni (2/515). (Fatawa Islam, no. 20013)Kelima, baru teringat setelah melewati beberapa shalat
Orang yang lupa shalat, dan baru teringat setelah melewati beberapa shalat maka dia wajib mengqadha shalat tersebut dan beberapa shalat yang dilewati. Misalnya, orang lupa shalat dzuhur dan baru ingat setelah maghrib. Dia wajib mengqadha shalat dzuhur, asar, kemudian maghrib.
Demikian yang difatwakan oleh Imam Malik. Keterangan selengkapnya tentang ini, telah dibahas di:
Keenam, Shalat tanpa bersuci karena lupa
Shalat tanpa bersuci, baik dengan wudhu maupun tayammum, hukumnya batal. Kecuali jika dia tidak mampu melakukan keduanya. Namun jika ada orang yang shalat tanpa berwudhu karena lupa, padahal normalnya dia mampu berwudhu, maka status shalatnya batal dan wajib diulangi, ketika ingat. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يقبَلُ اللهُ صلاةَ أحدِكم إذا أَحْدثَ حتى يتوضَّأَ
“Allah tidak menerima shalat kalian ketika dalam kondisi hadats, sampai dia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).Karena statusnya batal, shalat yang dikerjakan tanpa berwudhu, tidak dinilai sebagai shalat. Dan jika dia baru ingat setelah keluar waktu shalat maka wajib diqadha.
Dalam Fatwa Sayabakah Islamiyah dinyatakan,
فمن صلى بغير وضوء ناسياً، ثم تذكر ذلك ولو بعد خروج وقت
الصلاة، توضأ وأعاد صلاته ولا إثم عليه ما دام فعل ذلك نسياناً، لقوله صلى
الله عليه وسلم ” إن الله تجاوز عن أمتي الخطأ والنسيان وما استكرهوا عليه ”
رواه ابن ماجه والبيهقي وغيرهما
“Orang yang shalat tanpa wudhu karena lupa, kemudian dia baru
teringat, meskipun sudah keluar waktu shalat, dia harus berwudhu dan
mengulangi shalatnya. Dia tidak berdosa, selama itu dilakukan karena
lupa. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Sesungguhnya Allah meangampuni kesalahan umatku karena keliru, lupa,
atau dipaksa.” HR. Ibnu Majah, Baihaqi dan yang lainnya. (Fatawa
Syabakah Islamiyah, no. 27116)Dibawah ini kami uraikan ketentuan-ketentuan hukum dan cara mengqodho' sholat :
1. Kewajiban mengqodho' sholat yang ditinggalkan
Orang yang wajib mengerjakan sholat, kemudian ia tidak mengerjakannya sampai waktunya habis, maka ia diwajibkan mengqodho' sholat yang ia tinggalkan, berdasarkan sabda Nabi ;
مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ
"Barang siapa yang lupa mengerjakan sholat, maka hendaklah ia melaksanakannya jika telah mengingatnya, tidak ada tebusan baginya kecuali itu." (Shohih Bukhori, no.597 dan Shohih Muslim, no.684)
Dalam riwayat lain dijelaskan ;
إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلَاةِ، أَوْ غَفَلَ عَنْهَا، فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا
“Apabila salah seorang dari kalian tertidur hingga luput dari mengerjakan satu shalat atau ia lupa, maka hendaklah ia menunaikan sholat tersebut ketika ia ingat." (Shohih Muslim, no.684)
2. Bergegas mengqodho' sholat
Dan diperbolehkan mengakhirkan qodho' sholat yang ditinggalkan, apabila sholat tersebut ditinggalakan karena ada udzur, seperti ketiduran. Ketentuan ini didasarkan pada hadits nabi ;
عَنْ عِمْرَانَ، قَالَ: كُنَّا فِي سَفَرٍ مَعَ
النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنَّا أَسْرَيْنَا حَتَّى
كُنَّا فِي آخِرِ اللَّيْلِ، وَقَعْنَا وَقْعَةً، وَلاَ وَقْعَةَ أَحْلَى
عِنْدَ المُسَافِرِ مِنْهَا، فَمَا أَيْقَظَنَا إِلَّا حَرُّ الشَّمْسِ،
وَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ فُلاَنٌ، ثُمَّ فُلاَنٌ، ثُمَّ فُلاَنٌ -
يُسَمِّيهِمْ أَبُو رَجَاءٍ فَنَسِيَ عَوْفٌ ثُمَّ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ
الرَّابِعُ - وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا
نَامَ لَمْ يُوقَظْ حَتَّى يَكُونَ هُوَ يَسْتَيْقِظُ، لِأَنَّا لاَ
نَدْرِي مَا يَحْدُثُ لَهُ فِي نَوْمِهِ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ عُمَرُ
وَرَأَى مَا أَصَابَ النَّاسَ وَكَانَ رَجُلًا جَلِيدًا، فَكَبَّرَ
وَرَفَعَ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ، فَمَا زَالَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ
صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ حَتَّى اسْتَيْقَظَ بِصَوْتِهِ النَّبِيُّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ شَكَوْا إِلَيْهِ الَّذِي
أَصَابَهُمْ، قَالَ: «لاَ ضَيْرَ - أَوْ لاَ يَضِيرُ - ارْتَحِلُوا»،
فَارْتَحَلَ، فَسَارَ غَيْرَ بَعِيدٍ، ثُمَّ نَزَلَ فَدَعَا بِالوَضُوءِ،
فَتَوَضَّأَ، وَنُودِيَ بِالصَّلاَةِ، فَصَلَّى بِالنَّاسِ
Namun disunatkan untuk bergegas mengqodho' sholat yang ditinggalkan karena adanya udzur. Sedangkan apabila sholat tersebut ditinggalkan tanpa adanya udzur maka diwajibkan untuk segera mengqodho' sholat yang ditinggalkan menurut pendapat yang shohih.
3. Urutan qodho' sholat
Apabila sholat yang ditinggalkan lebih dari satu, disunatkan untuk mengqodho' sholat-sholat tersebut berurutan, sesuai dengan waktunya. Kesunatan ini didasarkan pada hadits ;
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ
الخَطَّابِ، جَاءَ يَوْمَ الخَنْدَقِ، بَعْدَ مَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ
فَجَعَلَ يَسُبُّ كُفَّارَ قُرَيْشٍ، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا
كِدْتُ أُصَلِّي العَصْرَ، حَتَّى كَادَتِ الشَّمْسُ تَغْرُبُ، قَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ مَا صَلَّيْتُهَا»
فَقُمْنَا إِلَى بُطْحَانَ، فَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ وَتَوَضَّأْنَا
لَهَا، فَصَلَّى العَصْرَ بَعْدَ مَا غَرَبَتِ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى
بَعْدَهَا المَغْرِبَ
4. Tata cara sholat qodho'
Cara mengerjakan sholat qodho' itu sama saja dengan sholat ada' )sholat yang dikerjakan pada waktunya) dalam semua hal, mulai dari syarat sah sampai rukun-rukunnya. Sedikit perbedaannya terletak pada niatnya, dalam sholat qodho' disunatkan untuk mengganti kata "ada'an" dengan kata "qodho'an". Namun, hal ini tidak wajib, sebab dalam madzhab syafi'i tidak diwajibkan untuk menyinggung ada' atau qodho' ketika niat, hanya saja penambahan kata "qodho'an" dianjurkan untuk menghindari perselisihan seputar diwajibkannya penambahan tersebut.
Referensi :
1. Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab, Juz : 3 Hal : 68-69
2. At Taqrirot Asy Syadidah, Hal : 210
3. Al Muhadzdzab, Juz : 1 Hal : 134-135
Ibarot :
Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab, Juz : 3 Hal : 68-69
قال المصنف رحمه الله : ومن وجب عليه الصلاة فلم يصل حتى
فات الوقت لزمه قضاؤها لقوله صلى الله عليه وسلم (من نام عن صلاة أو نسيها
فليصلها إذا ذكرها) والمستحب أن يقضيها على الفور للحديث الذي ذكرناه فإن
أخرها جاز لما روي أن النبي صلى الله عليه وسلم فاتته صلاة الصبح فلم يصلها
حتى خرج من الوادي ولو كانت على الفور لما أخرها وقال أبو إسحاق إن تركها
بغير عذر لزمه قضاؤها على الفور لأنه مفرط في التأخير والمستحب أن يقضيها
على الترتيب لأن النبي صلى الله عليه وسلم فاتته أربع صلوات يوم الخندق
فقضاها على الترتيب فإن قضاها من غير ترتيب جاز لأنه ترتيب استحق للوقت
فسقط بفوات الوقت كقضاء الصوم وإن ذكر الفائتة وقد ضاق وقت الحاضرة لزمه أن
يبدأ بالحاضرة لأن الوقت تعين لها فوجبت البداءة بها كما لو حضره رمضان
وعليه صوم رمضان قبله ولأنه إذا أخر الحاضرة فاتت فوجبت البداءة بها
................................
الشرح : أما الحديث الأول فصحيح ففي صحيح البخاري عن أنس عن النبي صلى الله عليه وسلم قال (من نسي صلاة فليصل إذا ذكر) وفي صحيح مسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم قال (إذا رقد أحدكم عن الصلاة أو غفل عنها فليصلها إذا ذكرها) وأما الحديث الثاني ففي الصحيحين عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال (كنا في سفر مع النبي صلى الله عليه وسلم وإنا أسرينا حتى كنا في آخر الليل وقعنا وقعة ولا وقعة أحلا عند المسافر منها فما أيقظنا إلا حر الشمس فلما استيقظ النبي صلى الله عليه وسلم شكوا إليه الذي أصابهم فقال لا ضير ولا ضرر ارتحلوا فارتحلوا فسار غير بعيد ثم نزل فدعا بالوضوء فتوضأ ونودي بالصلاة فصلى بالناس) وأما حديث فوات أربع صلوات يوم الخندق فرواه الترمذي والنسائي من رواية أبي عبيدة بن عبد الله بن مسعود عن أبيه وأبو عبيدة لم يسمع أباه فهو حديث منقطع لا يحتج به ويغني عنه حديث جابر رضي الله عنه أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه جاء يوم الخندق بعدما غربت الشمس فجعل يسب كفار قريش وقال يا رسول الله ما كدت أصلي العصر حتى كادت الشمس تغرب فقال النبي صلى الله عليه وسلم (والله ما صليتها فقمنا إلى بطحان فتوضأ للصلاة وتوضأنا لها فصلى العصر بعدما غربت الشمس ثم صلى بعدها المغرب) رواه البخاري ومسلم قوله البداية لحن عند أهل العربية والصواب البداءة بضمن الباء والمد والبدأة بفتحها وإسكان الدال بعدها همزة والبدوءة ممدودة ثلاث لغات حكاهن الجوهري وغيره
أما حكم الفصل ففيه مسألتان إحداهما من لزمه صلاة ففاتته لزمه قضاؤها سواء فاتت بعذر أو بغيره فإن كان فواتها بعذر كان قضاؤها على التراخي ويستحب أن يقضيها على الفور قال صاحب التهذيب وقيل يجب قضاؤها حين ذكر للحديث والذي قطع به الأصحاب أنه يجوز تأخيرها لحديث عمران ابن حصين وهذا هو المذهب وإن فوتها بلا عذر فوجهان كما ذكر المصنف أصحهما عند العراقيين أنه يستحب القضاء على الفور ويجوز التأخير كما لو فاتت بعذر وأصحهما عند الخراسانيين أنه يجب القضاء على الفور وبه قطع جماعات منهم أو أكثرهم ونقل إمام الحرمين اتفاق الأصحاب عليه وهذا هو الصحيح لأنه مفرط بتركها ولأنه يقتل بترك الصلاة التي فاتت ولو كان القضاء على التراخي لم يقتل
................................
الشرح : أما الحديث الأول فصحيح ففي صحيح البخاري عن أنس عن النبي صلى الله عليه وسلم قال (من نسي صلاة فليصل إذا ذكر) وفي صحيح مسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم قال (إذا رقد أحدكم عن الصلاة أو غفل عنها فليصلها إذا ذكرها) وأما الحديث الثاني ففي الصحيحين عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال (كنا في سفر مع النبي صلى الله عليه وسلم وإنا أسرينا حتى كنا في آخر الليل وقعنا وقعة ولا وقعة أحلا عند المسافر منها فما أيقظنا إلا حر الشمس فلما استيقظ النبي صلى الله عليه وسلم شكوا إليه الذي أصابهم فقال لا ضير ولا ضرر ارتحلوا فارتحلوا فسار غير بعيد ثم نزل فدعا بالوضوء فتوضأ ونودي بالصلاة فصلى بالناس) وأما حديث فوات أربع صلوات يوم الخندق فرواه الترمذي والنسائي من رواية أبي عبيدة بن عبد الله بن مسعود عن أبيه وأبو عبيدة لم يسمع أباه فهو حديث منقطع لا يحتج به ويغني عنه حديث جابر رضي الله عنه أن عمر بن الخطاب رضي الله عنه جاء يوم الخندق بعدما غربت الشمس فجعل يسب كفار قريش وقال يا رسول الله ما كدت أصلي العصر حتى كادت الشمس تغرب فقال النبي صلى الله عليه وسلم (والله ما صليتها فقمنا إلى بطحان فتوضأ للصلاة وتوضأنا لها فصلى العصر بعدما غربت الشمس ثم صلى بعدها المغرب) رواه البخاري ومسلم قوله البداية لحن عند أهل العربية والصواب البداءة بضمن الباء والمد والبدأة بفتحها وإسكان الدال بعدها همزة والبدوءة ممدودة ثلاث لغات حكاهن الجوهري وغيره
أما حكم الفصل ففيه مسألتان إحداهما من لزمه صلاة ففاتته لزمه قضاؤها سواء فاتت بعذر أو بغيره فإن كان فواتها بعذر كان قضاؤها على التراخي ويستحب أن يقضيها على الفور قال صاحب التهذيب وقيل يجب قضاؤها حين ذكر للحديث والذي قطع به الأصحاب أنه يجوز تأخيرها لحديث عمران ابن حصين وهذا هو المذهب وإن فوتها بلا عذر فوجهان كما ذكر المصنف أصحهما عند العراقيين أنه يستحب القضاء على الفور ويجوز التأخير كما لو فاتت بعذر وأصحهما عند الخراسانيين أنه يجب القضاء على الفور وبه قطع جماعات منهم أو أكثرهم ونقل إمام الحرمين اتفاق الأصحاب عليه وهذا هو الصحيح لأنه مفرط بتركها ولأنه يقتل بترك الصلاة التي فاتت ولو كان القضاء على التراخي لم يقتل
At Taqrirot Asy Syadidah, Hal : 210
لا تجب نية إضافة الصلاة لله سبحانه وتعالى, ولا نية تعيين
عدد الركعات, ولا نية استقبال القبلة, ولا نية الأداء أوالقضاءو بل كل ذلك
سنة
Al Muhadzdzab, Juz : 1 Hal : 134-135
ولا يلزمه أن ينوي الأداء والقضاء ومن أصحابنا من قال يلزمه
نية القضاء والأول هو المنصوص فإنه قال فمن صلى في يوم غيم بالاجتهاد
فوافق ما بعد الوقت أنه يجزيه وإن كان عنده أنه يصليها في الوقت
Allahu a’lam
Nabi صلى الله عليه وسلم diantara lain sabdanya :
فقوله صلى الله عليه وسلم : من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا إلى الجنة.
(Man salaka thariiqan yathlubu fiihi 'ilman salakallaahu bihi tharii- qan ilal jannah).
Artinya :"Barangsiapa menjalani suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka dianugerahi Allah kepadanya jalan ke sorga".
Langgan:
Catatan (Atom)





